Jember, Wartajember.co.id – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR, mengatakan, bahwa pondok pesantren dengan perguruan tingginya, tidak hanya mencetak sarjana, tetapi sejatinya juga mencetak generasi terbaik di Indonesia. Di Kabupaten Jember sendiri, telah ada Perbup untuk mendukung para santri dalam meraih masa depan yang lebih baik,yaitu dengan memberikan beasiswa minimal menghafal 1 juz Al-Qur’an.
“Hari ini juga dilakukan deklarasi mendukung pemilu damai dan melawan hoax. Mereka ini bukan generasi biasa, tapi generasi pesantren, harus bisa menjadi teladan dan contoh, menjadi benteng NKRI,” kata Bupati Faida dalam sambutannya pada acara Muskernas BEM Pesantren se-Indonesia di Jember di Ponpes Al Qodiri, Kamis (29/11/18).
Bupati Faida juga mengaku senang dan bangga atas diselenggarakannya kegiatan Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) BEM Pesantren se-Indonesia yang digelar di Ponpes Al Qodiri Jember. Karena bagi bupati, menjadi tuan rumah kegiatan seperti itu merupakan kehormatan tersendiri.
“Cocok kalau diselenggarakan di Jember, karena Jember adalah merupakan kota santri dan religius, hampir setiap Kecamatan dan desa ada pesantren. bahkan banyak pesantrennya,” ucap Bupati Faida.
Gelar kegiatan di Ponpes Al Qodiri ini, tidak hanya Muskernas saja, tapi juga ada kegiatan lain, yakni seminar nasional dengan tema ” Pribumisasi Gerakan Revolutif Mahasantri dalam Menyongsong Generasi Emas 2045″. Lain dari itu, bahkan juga ada deklarasi dukungan Pemilu damai dan melawan hoax serta halaqoh.
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH.SIK. MH, yang hadir dlam acara itu, menilai positif kegiatan BEM yang mengusung semangat menolak berita hoax. “Memang santri-santri di era globalisasi ini, santri-santri milenial, harus bisa lebih cerdas dan cermat dalam bermedia sosial karena tujuannya untuk mendukung dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” kata Kusworo.
Rektor STAI Al-Qodiri Dr. H. Asmad Hanisyi, S.Pd.I MM menyampaikan, melihat tema dalam seminar terdapat satu kata kunci, yaitu generasi emas dalam menghadapi tahun 2045 yang akan datang. Menurutnya, generasi adalah kata benda yang berasal dari orang-orang seangkatan dengan dirinya. Dan emas yaitu dari kata benda yang mempunyai nilai cukup tinggi serta nilai harga yang cukup mahal.
“Konotasinya, adalah generasi Bangsa Indonesia yang mempunyai nilai lebih dari kepintaran, keunggulan, serta kompetensi, sehingga bisa menyaingi, baik dalam konteks ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengantarkan NKRI yang lebih kuat,” terangnya.
Pengasuh Ponpes Al-Qodiri KH. Achmad Muzakki Syah menyampaikan beberapa informasi seputar pendidikan di Ponpes Al-Qodiri serta jaringan pendidikan hingga keluar negeri. Menurut Kiai Muzakki, di ponpes yang dipimpinnya, ada kegiatan wisata religinya, yang salah satu bentuknya, yaitu istighosah bersama di setiap malam Jumat manis. Kegiatan ini dihadiri tamu dari dalam serta luar kota, bahkan luar negeri.
Presidium nasional halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia Busro Abadin menyampaikan, halaqoh dan Muskernas Pesantren se-Indonesia merupakan forum komunikasi lintas kampus perguruan tinggi pesantren yang dapat mengakomodir seluruh BEM perguruan tinggi pesantren se -Indonesia. Busro mengaku tertarik atas tema yang diusung dalam mukernas.
Tema ini, kata dia, bisa dijadikan modal untuk keberlangsungan bangsa dan negara, dapat membangkitkan semangat mahasiswa santri. “Kontribusi apa yang bisa dilakukan mahasiswa santri untuk menyongsong generasi emas. Selain menekuni akademi sekaligus religi, kita jangan menutup mata jika ada isu radikalisme, jangan menutup mata jika ada penyebaran ujaran kebencian,” imbuhnya.( Nugroho/AB )
No comments:
Post a Comment