Jember, Wartajember.co.id – Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Kesehatan, Kabupaten Jember, menunjukkan, jumlah penderita HIV/Aids di Jember menunjukkan kecenderungan terus menurun. Tahun 2015, jumlahnya mencapai 669 orang, dimana 39 orang dinyatakan meninggal.
Jumlah penderita ini pada tahun 2017 menjadi 637 orang, dan 4 orang meninggal. Tahun ini, jumlah penderita HIV di Jember sebanyak 506 orang, tidak ada yang meninggal.
“Artinya, sasaran kebijakan pemerintah terkait perkembangan penyakit ini bisa dikatakan berhasil,” ujar dr. Hj. Siti Nurul Qomariyah, Kepala Dinas Kesehatan Jember.
Dikatakan Nurul, meski penyakit HIV/AIDS masuk kategori penyakit berbahaya dan telah merenggut banyak nyawa, namun bukan berarti penderita HIV/AIDs (ODHA) tidak diperhatikan. Karena mereka juga sama memiliki hak atas jaminan kesehatan sesuai amanat UU nomor 40 tahun 2004.
Mengenai penyakit ini, pemerintah pusat dan daerah, menurut Nurul, bertekad untuk mewujudkan masyarakat bebas dari jeratan penyakit HIV/Aids. Upaya yang dilakukan, yaitu dengan pengendalian dan pencegahan.
“Memang ada program untuk menanggulangi penyakit HIV dan Aids. Diantaranya adalah pencegahan, pendampingan dan pengobatan secara rutin. Untuk itu kami berjalan sinergis dengan banyak pihak dalam mendukung kesembuhan penderita penyakit ini,” terangnya.
Pemerintah Kabupaten Jember terhadap penderita HIV dan Aids ini, telah berupaya memberikan perhatian khusus untuk pencegahan dan penanggulangannya. Selain dengan sosialisasi di tingkat Puskesmas dan Kecamatan, juga pemeriksaan secara dini terhadap orang hamil untuk mendeteksi HIV/Aids.
“Kita laksanakan tugas penyuluhan kepada masyarakat khususnya remaja yang rentan HIV dan Aids. Selain itu kita periksa ibu hamil untuk dideteksi dini, karena kita punya kader untuk program pendampingan dan pengobatan untuk HIV/Aids,” pungkasnya. ( Nugroho/AB )
No comments:
Post a Comment