JEMBER, Wartajember.co.id - Kabupaten Jember meraih sertifikat Adipura, dari Menteri Lingkungan Hidup Dr Ir
Siti Nurbaya Barak, di Jakarta, Rabu (2/8/2017) sebagai wujud keberhasilan
menjaga dan mengelola kebersihan
kawasan Kota dan daerah. Pengelolaan bank sampah menjadi salah satu pendorong
diraihnya penghargaan tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup,
Arismaya Parahita, SP, mengatakan bahwa penghargaan sertifikat Adipura ini
menjadi kebanggaan masyarakat Jember karena mengakhiri masa penantian yang
cukup lama selama 23 tahun. Perolehan nilai
rata - rata Kabupaten Jember
adalah 71 point. Sehingga kurang 4 digit saja bisa meraih Adipura.
Bupati Jember dr Hj Faida, MMR,
mengapresiasi betul prestasi ini karena berkat kerjasama masyarakat dan
pemerintah, pemahaman masyarakat, kesadaran masyarakat akan kebersihan
lingkungan membuktikan bahwa hal itu telah diapresiasi pemerintah pusat.
Sehingga ke depan masyarakat bisa lebih aktif lagi menjaga kebersihan
lingkungan.
“Program kita kan edukasi ke
masyarakat terkait pemisahan dan pemilahan sampah basah, kering, dan organik
atau non organic. Kita juga akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk
melakukan gerakan bersama pemilahan sampah organic non organic,” ujar Arismaya
dalam satu kesempatan.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJDM), pemerintah daerah melalui Bupati Jember telah
berkomitmen serius untuk menangani masalah kebersihan lingkungan. Dia bersyukur
komitmen itu didukung masyarakat dan hasilnya sudah mulai tampak.
Sampah di Kabupaten Jember mencapai
1.300 ton per hari. Adanya ini masyarakat sudah mulai sadar dan meningkatkan
kepeduliannya dengan mendukung program bank sampah, memilahkan sampah, baik
organic dan non organic.
Masyarakat antusias mendukung
program bank sampah, karena mendapatkan nilai tambah penghasilan. Mereka
mengumpulkan sampah sampah itu dan dijual kepada pengepul sampah di dekat depo
depo sampah.
Gerakan masyarakat sudah sangat
tampak karena baik TNI dan Polri, juga mendukung gerakan kebersihan lingkungan
dengan melakukan gotong royong, membersihkan jalan, bersih bersih kampung,
bersih bersih pasar, dan bersih bersih ligkungan sungai.
Gerakan itu sangat antusias didukung
masyarakat, dan elemen masyarakat lain, baik TNI, Polri, pelajar, mahasiswa dan
organisasi organisasi kemasyarakatan dan pecinta alam di Kabupaten Jember.
Ironi terjadi. Di saat menerima
penghargaan, ada sekelompok warga mengunjuk rasa Bupati di pendopo dengan tudingan, tidak becus bekerja sementara Bupati Jember dr Hj Faida bersama
rombongan ke Jakarta guna menerima
penghargaan sertifikat Adipura, dari Menteri Lingkungan Hidup karena
upayanya berhasil menjaga kebersihan kota, dan membebaskan diri dari sanksi
penalty DAK Lingkungan.( Reporter : Lumlawalata/HMS/AB )
No comments:
Post a Comment