
Jember, Wartajember.co.id - Ada yang menarik, paparan Faida, menegaskan
bahwa maskapai juga perlu melihat
peluang untuk membuka jalur penerbangan
udara ekstra flight. Terutama menyambut wisata religi Jember yang selama ini
dimiliki Jember dan tidak disadari
masyarakat selain JFC.
Sebab, setiap 35 hari sekali di malam Jumat legi,
masyarakat dari luar negara Indonesia, baik Malaysia, Brunei Darussalam, Abu
Dhabi, Turki, Arab Saudi, Singapura, dan luar pulau Jawa, baik Lampung, Jambi,
Kalimantan, hingga Sulawesi hadir ke Jember untuk berdoa bersama di Al Qodiri.
“Saya harap bisa ada ekstra flight H-1 dan
H+1 karena biasanya dari Jakarta, Malaysia, Lampung, Singapura, dan Brunei,
atau dari kota lain datang ke Jember,” ujar Faida lagi.
Kali, ini Faida, tak sungkan untuk
memperjuangkan beberapa rute baru lagi yang dibutuhkan masyarakat Jember yakni
rute penerbangan Jember - Denpasar,
Jember - Sumenep, Jember - Solo dan Jember Jogja.
Faida juga tak lupa mengucapkan
terima kasih kepada seluruh awak media yang dengan sungguh – sungguh membantu
Jember mempromosikan adanya ada perubahan besar
di Bandara Jember ini, sehingga Jember dikenal masyarakat dunia telah membuka
diri sebagai mitra yang baik bagi maskapai penerbangan untuk membuka jurusan
alternatif, dan penerbangan baru.
Sekadar diketahui, rute penerbangan di Bandara Notohadinegoro genap
jadi dua kali. Pertama, layanan PT
Garuda Airlines yang melayani Surabaya – Jember, start pukul 08.50 09.45
WIB, dan Jember – Surabaya, start pukul 10.20 – 11.15 WIB.
Ke-dua, layanan PT Wings Air, yang melayani penerbangan Surabaya – Jember,
start pukul 11.00 – 11.50 WIB, dan penerbangan Jember – Surabaya, start pukul
12.15 – 13.10 WIB.
Redi Wirawan, Direktur Operasional PT Wings
Abadi Airlines, tak henti hentinya mengucapkan terima kasih, dan kebanggaannya
atas sambutan warga Jember, Pemerintah Kabupaten Jember, dalam peresmian
pembukaan rute baru di Bandara Notohadinegoro, oleh Wings Air.
Terutama kepada Bupati Jember dr Faida,
MMR, dan segenap pejabat di lingkungan Dinas Perhubungan, dan Kepala Bandara,
serta kalangan unsur masyarakat dan lembaga legislative yang hadir di acara
itu.
Redi, lebih banyak menceritakan bagaimana
Wings Air, pada tahun 2017 ini tepat di Kabupaten Jember ini menginjakkan kaki
melayani operasional penerbangan pada kali ke-100, dari total 275 bandara lebih
bandara yang ada di Indonesia.
“Atas nama manajemen Lion Group kami mengucapkan
terima kasih kepada ibu Bupati, dan seluruh pejabat Pemerintah Kabupaten
Jember. Karena disambut dengan meriahnya sehingga mirip mirip ada karnaval JFC.
Lion Group siap mendukung dan akan terus ikut berpartisipasi menunjang program
pariwisata Pemerintah Kabupaten Jember.
Izinkan kami hadir di situ untuk memajukannya,” tukas Redi.
Diceritakan, bahwa PT Wings Abadi
Airlines, baru didirikan pada bulan April 2003. Saat itu hanya dengan tiga unit
pesawat tipe Gas X seri 300, yang hanya melayani kawasan Indonesia Timur.
“Perlahan sekarang usai Ultah, telah mengoperasikan
52 unit pesawat ATR tipe 72-500 dan 600. Fungsi kami adalah sebagai
feeder, bagi Lion, Group untuk melayani seluruh Kabupaten di Indonesia,”
ujarnya.
“Kita telah melayani dari Sabang
sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote. NKRI telah kami hubungi. Maaf Jember
agak belakangan. Karena ada sesuatu dengan saudara. Sekarang sudah sukses dan terima
kasih. Bahwa kami diberi slot time oleh Air Nam, Bandara Juanda,” ujarnya.
Dia membenarkan bahwa penerbangan
ini tidak untuk bangga banggaan, tetapi benar benar dibutuhkan dan diperlukan masyarakat. Dia
berharap bisa berpartisipasi dalam semangat berinvestasi, karena Jember adalah kota
pendidikan dan ilmu pengetahuan.( Reporter : Lumlawalata/HMS/AB )
No comments:
Post a Comment