Presiden RI Jokowi Garap Potensi Barista - Warta Jember

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, August 17, 2017

Presiden RI Jokowi Garap Potensi Barista

Presiden Jokowi menyampaikan pidato pada Sidang Tahun MPR RI Tahun 2017, di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (16/8) pagi. (Foto: Rahmat/Humas)

JEMBER, Wartajember.co.id - Berawal dari kunjungan kerja ke Kabupaten Jember Sabtu-Minggu (12-13/8/2017), Presiden Joko Widodo, mengapresiasi program pelatihan barista kopi yang digagas Bupati Jember Faida, MMR.

Bahkan, video pernyataan Presiden tentang produk kopi nusantara dan pelatihan barista yang telah dilakukan Pemkab Jember,   menjadi viral di beberapa media sosial.

Pecinta dan penikmat kopi nusantara langsung heboh. Betapa tidak, selama ini gaung barista dan pelatihan barista yang dilakukan oleh Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, sebanyak 1000 orang, dan membentuk warung kopi  berjaringan itu belum begitu menggema.

Tetapi, dampak pelatihan itu, baik janda, dan para pemuda di Kabupaten Jember yang telah mendapat ilmu pelatihan barista dan keilmuan tentang citarasa, struktur, dan unsur kopi asli Indonesia telah terampil mendirikan warung warung untuk peningkatan pendapatan di sektor tambahan.
Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, dalam menerima kunjungan kerja Presiden RI, Joko Widodo, telah menyiapkan barista dan produk kopi andalan Kabupaten Jember. Mulai dari Arabica, hingga Robusta. Baik tanaman perkebunan, hingga tanaman rakyat.
Merek kopi itu diseduh dan disajikan barista yang telah terlatih, untuk disajikan kepada Presiden. Alhasil, Presiden Joko Widodo, kesengsem dengan cita rasa kopi asli Indonesia, terutama Jember. Arabica Jember apalagi sangat nikmat karena cirri khas tersendiri. Hanya saja jumlahnya tidak banyak karena ketinggian tanah.

Bupati menjelaskan bahwa pelatihan 1000 barista, dan pendirian 1000 warung kopi berjaringan telah menumbuhkan semangat entrepreneur masyarakat dan tahan krisis. Lebih dari itu, minum kopi sudah menjadi gaya hidup di Jember.
Presiden Joko Widodo, mendengar hal itu sangat tertarik. Sehingga usai upacara pengibaran bendara pada HUT Kemerdekaan RI ke 72 di Istana Negara, di hadapan wartawan, di kawasan Istana telah disediakan barista siap menyajikan kopi panas.

Dengan latar belakang para anggota Paskibraka, Joko Widodo, akan mendorong besar besaran ekspor kopi ke luar negeri, dan pelatihan barista ke luar negeri. Menurutnya, produk kopi di Indonesia, tidak kalah dengan kopi luar negeri.
 Menurutnya, kopi  Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Ironisnya, selama ini Indonesia mengekspor kopi mentah.
 "Yang penting kopi  kita tidak dijual mentah lagi, barista diperbanyak dan nanti yang dikirim ke  Timur Tengah itu adalah barista," kata Jokowi setelah menyeruput kopi khas Bali Kintamani, yang disajikan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2017).

Data BPS menyatakan, nilai  ekspor kopi RI per 2015  tembus USD 1.189.551.300. Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor kopi terbesar Indonesia. "Kita akan garap besar besaran kopi, dan baristanya.  Mungkin bisa  barista di rumah rumah pribadi dan barista di  kafe-kafe. Yang  paling penting kopinya dicoba dulu," tutur Jokowi.

Kopi nusantara sangat enak. "Semuanya enak. Coba kopi Gayo enak, coba kopi Mandailing enak, nyoba kopi Wamena enak, nyoba kopi Jember enak, banyak. Kopi Bali enak. Tergantung barista ini bisa diperbanyak. Jangan jual kopi mentah lagi," tukas Joko Widodo, seperti yang dikutip dari media detik.com.( Reporter : Lumlawalata/HMS/AB )

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here