
JEMBER, Wartajember.co.id - Berawal
dari kunjungan kerja ke Kabupaten Jember Sabtu-Minggu (12-13/8/2017), Presiden
Joko Widodo, mengapresiasi program pelatihan barista kopi yang digagas Bupati
Jember Faida, MMR.
Bahkan, video pernyataan Presiden tentang produk kopi
nusantara dan pelatihan barista yang telah dilakukan Pemkab Jember, menjadi viral di beberapa media sosial.
Pecinta dan penikmat kopi nusantara langsung heboh. Betapa
tidak, selama ini gaung barista dan pelatihan barista yang dilakukan oleh
Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, sebanyak 1000 orang, dan membentuk warung
kopi berjaringan itu belum begitu
menggema.
Tetapi, dampak pelatihan itu, baik janda, dan para pemuda di
Kabupaten Jember yang telah mendapat ilmu pelatihan barista dan keilmuan
tentang citarasa, struktur, dan unsur kopi asli Indonesia telah terampil
mendirikan warung warung untuk peningkatan pendapatan di sektor tambahan.
Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, dalam menerima kunjungan
kerja Presiden RI, Joko Widodo, telah menyiapkan barista dan produk kopi
andalan Kabupaten Jember. Mulai dari Arabica, hingga Robusta. Baik tanaman
perkebunan, hingga tanaman rakyat.
Merek kopi itu diseduh dan disajikan barista yang telah
terlatih, untuk disajikan kepada Presiden. Alhasil, Presiden Joko Widodo, kesengsem dengan cita rasa kopi asli
Indonesia, terutama Jember. Arabica Jember apalagi sangat nikmat karena cirri
khas tersendiri. Hanya saja jumlahnya tidak banyak karena ketinggian tanah.
Bupati menjelaskan bahwa pelatihan 1000 barista, dan
pendirian 1000 warung kopi berjaringan telah menumbuhkan semangat entrepreneur
masyarakat dan tahan krisis. Lebih dari itu, minum kopi sudah menjadi gaya
hidup di Jember.
Presiden Joko Widodo, mendengar hal itu sangat tertarik.
Sehingga usai upacara pengibaran bendara pada HUT Kemerdekaan RI ke 72 di
Istana Negara, di hadapan wartawan, di kawasan Istana telah disediakan barista
siap menyajikan kopi panas.
Dengan latar belakang para anggota Paskibraka, Joko Widodo,
akan mendorong besar besaran ekspor kopi ke luar negeri, dan pelatihan barista
ke luar negeri. Menurutnya, produk kopi di Indonesia, tidak kalah dengan kopi
luar negeri.
Menurutnya, kopi Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di
dunia. Ironisnya, selama ini Indonesia mengekspor kopi mentah.
"Yang penting kopi
kita tidak dijual mentah lagi, barista diperbanyak
dan nanti yang dikirim ke Timur Tengah
itu adalah barista," kata Jokowi setelah menyeruput kopi khas Bali Kintamani,
yang disajikan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2017).
Data BPS menyatakan, nilai
ekspor kopi RI per 2015 tembus USD
1.189.551.300. Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor kopi terbesar
Indonesia. "Kita akan garap besar besaran kopi, dan baristanya. Mungkin bisa barista di rumah rumah
pribadi dan barista di kafe-kafe. Yang paling penting kopinya dicoba dulu,"
tutur Jokowi.
Kopi nusantara sangat enak. "Semuanya enak. Coba kopi
Gayo enak, coba kopi Mandailing enak, nyoba kopi Wamena enak, nyoba kopi
Jember enak, banyak. Kopi Bali enak. Tergantung barista ini bisa diperbanyak.
Jangan jual kopi mentah lagi," tukas Joko Widodo, seperti yang dikutip
dari media detik.com.( Reporter : Lumlawalata/HMS/AB )
No comments:
Post a Comment