
Jember, Wartajember.co.id - Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi akan menindaklanjuti rencana pengembangan Bandara Noto Hadinegoro Jember, menjadi Bandara Embarkasi Haji Antara. Rencana itu sebelumnya telah disampaikan Presiden RI Joko Widodo ketika berkunjung selama dua hari, akhir pekan kemarin.
"Rencana kedatangan Menhub tersebut adalah dalam rangka kunjungan kerjanya untuk menindaklanjuti apa yang pernah disampaikan oleh Bapak Presiden RI dalam lawatannya ke Jember pekan kemarin yang merestui Bandara Notohadinegoro menjadi Bandara Embarkasi Haji Antara," kata Bupati Jember, Faida, saat dihungi lewat pesan Whatsapp, Sabtu (19/8/2017).
Menurutnya, Menhub akan melakukan rapat pengembangan dan juga peninjauan fasilitas bandara. Kunjungan kerja itu dijadwalkan selama sehari pada Minggu 20 Agustus. Selain ke Jember, Menteri Kabinet Kerja yang dilantik 27 Juli 2016 lalu ini juga akan melakukan kunjungan kerjanya ke Probolinggo.
Kunjungan Menteri Perhubungan berkaitan pula dengan Peninjauan Fasilitas Perhubungan Udara, khususnya Bandara Notohadinegoro Jember. Seperti disampaikan Presiden Jokowi pada akhir pekan lalu, Bandara Notohadinegoro akan diback up dana pemerintah pusat dari APBN senilai hingga Rp 450 miliar untuk tahun 2018-2019.
Dana tersebut digunakan untuk memperpanjang run way dari 1.700 meter menjadi 2.500-2.750 meter agar bisa didarati pesawat jenis Boeing. Selain itu, juga dilengkapi dengan kelengkapan bandara lainnya termasuk perhotelan yang diproyeksikan sebagai Bandara Embarkasi Haji Antara.
Di Jember dan daerah Tapal Kuda, potensi jemaah haji bisa mencapai 5 ribu hingga 15 ribu jamaah. Jika Bandara Notohadinegoro menjadi bandara embarkasi haji antara, maka jamaah haji dari Jember dan daerah Tapal Kuda tidak perlu lagi perjalanan darat ke Bandara Juanda Surabaya, namun cukup melalui Bandara Notohadinegoro Jember.
Bupati Jember Faida menyampaikan, kunjungan Menteri Perhubungan ini akan direspon positif untuk percepatan pembangunan Bandara Notohadinegoro menjadi bandara embarkasi haji antara.
“Menurut jadwal, Menteri Perhubungan ke bandara kita bersama Dirjen Perhubungan Udara dan pihak Angkasa Pura,” jelasnya.
Selanjutnya, akan dilakukan presentasi maupun mapping master plan Bandara Notohadinegoro tiga tahun kedepan. Rencananya juga akan dibicarakan soal lahan bandara seluas 120 hektar yang akan dimohon oleh Pemkab Jember kepada Kementerian BUMN atau Kementerian Keuangan agar status Hak Pengelolaan bisa menjadi Hak Guna Usaha. ( Reporter : Lumlawalata/AB )
No comments:
Post a Comment