
JEMBER, Wartajember.co.id - Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, kembali mengajak para guru tidak tetap dan
pegawai tidak tetap (GTT & PTT) se Kabupaten Jember untuk tidak gentar
melawan praktik pungutan liar (pungli) serta minta didoakan agar Bupati bersama
Wakil Bupati selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT.
Demikian disampaikan Bupati Faida,
dalam acara launching kepesertaan BPJS Naker kepada GTT dan PTT se Kabupaten
Jember, di gedung serba guna Kaliwates Jember, Selasa (29/8/2017) pukul 10.30
WIB.
Para GTT dan PTT diminta tidak takut
melawan pungli, dan menolak setiap bentuk pungutan atau permintaan berdalih dan
atas nama apa pun baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten, Dinas Pendidikan, hingga
Sekolah sekolah.
Faida, meminta agar setiap bentuk tindakan
pungli mengatasnamakan dan berdalih apa pun untuk dilaporkan kepadanya, karena
memang tujuan dari anggaran PPG adalah membebaskan para GTT dan PTT dari
belenggu pungli, dan menempatkan mereka dalam posisi yang terhormat.
“Bahwa GTT dan PTT adalah bagian sangat
penting dalam suksesnya pembangunan di Jember. Dan saya titip agar kami berdua
(Bupati dan Wakil Bupati) didoakan agar selalu mendapat perlindungan dari Allah
SWT dan selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT untuk bisa memperjuangkan
terus akan kesejahteraan GTT dan PTT di Kabupaten Jember ini,” ujar Faida,
bersemangat.
Upaya
meningkatkan kesejahteraan salah
satunya dengan mengikutsertakan GTT dan PTT dalam jaminan perlindungan sosial
kecelakaan kerja dan kematian di BPJS Naker. Total GTT dan PTT se Jember
berjumlah 6.112 orang.
Seluruhnya sesuai amanah Undang – undang
wajib didaftarkan dalam jaminan perlindungan sosial di BPJS Naker. Bahkan telah
dilengkapi dengan petunjuk teknis (juknis) tersendiri sehingga yang terpenting
adalah bagaimana kesejahteraan GTT dan PTT
meningkat.
“Dasar hukumnya tidak penting. Yang penting GTT dan PTT terkaver asuransinya dan
sejahtera,” tutur Bupati Faida, disambut aplaus ribuan hadirin.
Faida menyebut ada beberapa pihak yang
sering memanfaatkan status GTT dan PTT
jadi bahan pungli oknum tak bertanggungjawab, dengan menghembuskan
pernyataan bahwa pendidikan gratis adalah akhir nasib dari GTT dan PTT.
“Mulai sekarang katakan No Pungli, harus
berani melawan pungli. Dalih apa pun dan dari siapa pun, baik karena sungkan
atau tekanan harus dilawan. Kalau masih ada maka saya harap untuk dilaporkan,”
tegas Faida.
“Ini haknya bapak ibu semua, honor PPG itu
sudah include untuk membayar premi BPJS Naker bapak ibu sekalian,” imbuh Faida.
Faida, juga memompa semangat para
GTT dan PTT bahwa dalam kurun tidak lama lagi dari analisis honor guru akan
diterbitkan terkait proporsi honor yang harus diterima, termasuk terkait
formasi honorer daerah setelah berkonsultasi dengan Menteri PAN dan RB, di
Jakarta yang tentu tanggungjawab kepala daerah.
“Nasib bapak ibu bukan di tangan siapa
siapa. Tetapi nasib bapak ibu tergantung di tangan bapak ibu secara pribadi
pribadi. Tidak ada yang sia sia, Insya Allah dengan kesungguhan kerja, Insya
Allah kesejahteraan akan tercapai,” ujar Faida.
Di
tahap pertama ini, sedikitnya 2.545 GTT dan PTT se Jember telah diproses
kepesertaan di BPJS Naker dan terlindungan dengan program Jaminan Kecelakaan
Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Dalam acara launching itu, dihadiri
Direktur Utama BPJS Naker Agus Susanto, Dewan Pengawas BPJS Naker Safri Adenan
Bahrudin, Kepala Kanwil BPJS Naker Abdul Cholik, Kepala BPJS Naker Jember Dwi
Endah, Wakil Bupati Jember KH Muqit Arif, Kabag Hukum Ratno Sambodo, Kepala
Dispora Dedi Nur Ahmadi, Kepala Dinas Pendidikan Drs Ghozali, Kepala Bagian
Humas Soponyono, dan sejumlah pejabat lain di lingkungan Pemkab Jember.( Reporter : Lumlawalata/HMS/AB )
No comments:
Post a Comment