
JEMBER, Wartajember.co.id - Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, mengajak seluruh
masyarakat Jember terutama para guru Madrasah Diniyah (Madin) untuk terus
konsisten dan serius di bidang
pendidikan generasi muda, agar terlahir generasi Qurani.
“Karena tidak ada generasi yang paling baik
di dunia ini, kecuali generasi generasi yang Qurani,” tegas Faida, dengan
lantang, disambut applause 5.000 guru madin yang memenuhi gedung Balai Serba
Guna (BSG) , Kaliwates Jember, Rabu (30/8/2017).
Faida, memuji ketabahan dan kesabaran para
guru madin yang selama ini telah berjuang mengajarkan ilmu Alquran, ilmu agama
kepada masyarakat dan generasi generasi muda di Kabupaten Jember tanpa
mengeluh.
Guru Madin adalah para pejuang, peletak
fondasi dan dasar terhadap perkembangan generasi muda Jember ke depan. Tentu
saja generasi – generasi yang mengerti, memahami, dan berakhlaqul karimah dan
dengan begitu para generasi Jember ke depan akan lebih terarah dan tidak sesat.
“Bapak ibu sekalian inilah para pejuangnya.
Saudara semuanya yang hadir di sini adalah orang penting di Jember. Orang yang
menentukan generasi muda ke depan. Karena membekali generasi dengan ilmu agama.
Dengan ilmu agama hidup menjadi terarah, dengan Ilmu pengetahuan hidup menjadi
mudah, dengan seni hidup akan menjadi indah,” tegas Bupati Faida.
Untuk itu sebagai bentuk penghargaan dan
perhatian serius pemerintah Kabupaten kepada para pejuang guru madin, se Jember
bantuan honor dan siswa madin dicairkan pada bulan depan. Anggaran itu
diambilkan dari dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) di APBD 2017.
Selama ini, honor para guru madin masih
sangat kecil. Kondisi itu baru mendapat
bantuan Pemerintah Provinsi sebanyak 6 bulan. Di Jember baru di APBD 2017
mengalokasikan dana sharing bantuan BOSDA guru madin selama 6 bulan sisa,
sehingga genap setahun.
Bupati Faida juga mengingatkan agar seluruh
guru madin untuk tetap menjaga tali persaudaraan karena persaudaraan itu akan
terus dibawa hingga liang lahat, serta tidak ada urusan lebih penting dari yang
penting di dunia ini kecuali urusan kemanusiaan.
Diharapkan pula pengurus DPC FKDT
Yusfihadi, yang baru dilantik bersama seluruh untuk tetap menjadi mitra bagi
Pemerintah Kabupaten Jember guna mengawal dan membina generasi muda Jember
dalam bidang agama sehingga Jember bebas baca tulis Alquran.
“Sanggup apa sanggup ? Sanggup mengajari
anak anak yang tidak punya akses belajar ilmu Alquran, baca tulis Alquran di
sekolah umum ?, sontak dijawab ,”Sanggup..!,” ujar ribuan guru madin
serentak.
Di acara silaturrahim guru madin dan
pengukuhan DPC FKDT Jember, ini dihadiri Wakil Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit
Arif, Ketua DPW FKDT Jawa Timur, Satuham Akbar,
Bambang Riyanto, anggota DPRD Jember dari Nasdem, dan
Mukti Ali anggota DPRD dari FKB.
Selain itu, hadir pula Kepala Kemenag
Kabupaetn Jember Drs KH Fahrur Rossi, M.Ai, Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemkab
Jember Drs Achmad Ghozali, M.Pd, serta Ketua DPC FKDT Kabupaten Bondowoso,
Situbondo, Malang, dan Surabaya.
Secara rinci berdasarkan data dari Dinas
Pendidikan untuk santri/warga belajar/siswa Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula
paket A, dan paket A Pondok Pesantren senilai Rp 15.000 per siswa.
Untuk santri/warga belajar/siswa Madrasah
Diniyah Takmiliyah Wustho paket B dan paket B pondok pesantren sebesar Rp
25.000 per siswa. Tidak hanya itu, guru swasta SD/MI/SDLB/SB/Salafiyah
Ula/SMP/MTs/SMPLB/Salafiyah Wustho swasta dan guru SMP satu atap/MTs satu atap,
mendapatkan bantuan Rp 300 ribu tiap guru per bulan.( Reporter : Lumlawalata/HMS/AB )
No comments:
Post a Comment