JEMBER, Warta jember – Pemerintah Kabupaten Jember mengubah cara pandang terhadap guru ngaji. Bukan lagi sekadar “penerima bantuan”, tapi mitra strategis pembangunan karakter yang layak dihargai negara.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Jember, Gus Fawait, saat bertemu kelompok ketua pengajian & guru ngaji dalam program _Bunga Desaku_ di Balai Desa Sukorambi, Minggu, 28/6/2026
“Guru ngaji tetap mengajar meskipun tidak diberi insentif. Mereka mengajar karena pengabdian. Maka insentif ini adalah bentuk penghormatan pemerintah kepada panjenengan semua,” tegas Gus Fawait.
Pernyataan itu menegaskan pergeseran paradigma: insentif bukan bansos, tapi bentuk apresiasi negara atas kerja-kerja keagamaan di level akar rumput yang selama ini menggerakkan ekonomi spiritual masyarakat tanpa pamrih.
Gus Fawait menekankan, pembangunan Jember tidak bisa hanya dikejar lewat beton dan aspal. Fondasi akhlak yang ditanam guru ngaji justru jadi “infrastruktur lunak” paling penting agar pembangunan fisik tidak melenceng.
“Ilmu yang paling utama adalah akhlak. Guru ngaji telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan. Karena itu pemerintah harus hadir memberikan penghormatan,” lanjutnya.
Pemkab Jember memastikan program insentif guru ngaji kembali disalurkan tahun ini. Harapannya, penghargaan itu memperkuat ekosistem majelis dzikir & shalawat sebagai benteng karakter generasi muda di tengah derasnya tantangan zaman ( 🆎 )

No comments:
Post a Comment