
Jember,Wartajember.co.id - Merebaknya isu penculikan anak di wilayah Kabupaten
Jember yang terjadi sejak beberapa hari terakhir berdampak keresahan warga.
Dimana Isu penculikan anak tersebar melalui pesan berantai atau broadcast. Baik
melalui BBM, Whatsapp, maupun postingan di social media.
Menindaklanjuti penyebaran berita palsu ( Hoax ) terkait isu
penculikan anak, Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo, SH.S.I.K, MH mendorong
upaya memperkuat sinergi 3 Pilar ( Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, Kepala Desa )
dengan menjalin kerjasama dengan Tokoh agama, Komunitas Netizen , Awak media
dan berbagai elemen terkait. Langkah strategis ini diwujudkan dalam bentuk
acara pengarahan dan Audience yang digelar di Aula RM. News Sari Utama
Kecamatan Kaliwates, Jember. Jumat Sore ( 24/03/2017)
” Merebaknya isu penculikan anak ( Trending Topic ) karena
dilakukan secara masiv. Penyebaran Hoax menimbulkan pada keresahan masyarakat,
khususnya para orang tua. Penyebar Hoax targetnya untuk menciptakan rasa takut
dan suasana tidak kondusif. Situasi ketakutan ini yang dapat membawa dampak
mempengaruhi psikologi massa ” Papar Kapolres Jember dihadapan Unsur 3 Pilar
dan Muspika Sekabupaten Jember beserta tokoh agama, media dan Komunitas Netizen
” Dicontohkan kasus persangkaan penculik anak terhadap orang
gila di Kecamatan Silo 4 Hari lalu dan Seorang pencari Ikan di Wilayah
Kecamatan semalam ( 23/03), hal ini diisebabkan karena rasa kekhawatiran warga
yang berlebihan. Kita boleh waspada tapi jangan memiliki rasa khawatir yang
berlebihan ” Tutur Kapolres
” Namun demikian, kasus ini bisa ditangani secara baik dan
cepat dengan kerja sama unsur terkait sehingga tidak menimbulkan gejolak aksi
main hakim sendiri. Unsur 3 Pilar agar berani menyampaikan kepada warga binaan
bahwa isu penculikan anak adalah berita bohong. Yakinkan warga bahwa kehadiran
aparat dapat membuat masyarakat tenang dan tidak resah. Dan ditegaskan pula
pada masyarakat agar TIDAK MAIN HAKIM SENDIRI dan mengarahkan mereka agar lebih
aktif dalam memberi informasi kepada Kita ” Tegasnya.
Hal senada juga dinyatakan Asisten I Pemkab Jember Drs. Hadi
Mulyono bahwa sinergi 3 Pilar sangat penting dalam upaya melakukan klarifikasi
di wilayah guna menghindari penyebaran berita yang lebih luas, mengambil peran
sebagai problem solving dalam waktu sesegera mungkin.
Sementara itu dalam sambutan Dandim 0824 Jember menekankan pada
prinsip yang harus dilaksanakan secara bersama-sama yaitu dengan komunikasi,
transparansi, sinergi yang harmonis, Kesetaraan dalam penyelesaian masalah dan
Komitmen membangun kemitraan dalan mewujudkan tujuan keamanan dan ketertiban
masyarakat.
Komitmen bersama ini kemudian ditandai dengan penyerahan
secara simbolis Maklumat Kapolres Jember kepada perwakilan 3 Pilar, Tokoh
agama, Awak Media dan Netizen. (HRJ/HMS/AB)
No comments:
Post a Comment