Banyuwangi, Wartajember.co.id - Penghargaan ini diraih setelah Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenag melakukan survei ke daerah-daerah di Indonesia. Dari survei itu, disusun indeks kerukunan umat beragama hingga terpilihlah Kabupaten Banyuwangi sebagai penerima penghargaan.
Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko mengatakan penghargaan ini adalah berkat kerja keras seluruh pihak. “Pemkab Banyuwangi punya kebijakan sinergi dengan melibatkan tokoh lintas agama, aparat pemerintah, tokoh masyarakat, TNI, Polri, dan elemen masyarakat lainnya untuk duduk bersama mewujudkan Banyuwangi yang damai serta sukses program-program pembangunannya,” kata Yusuf.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kerukunan antarumat beragama adalah fondasi dan modal utama untuk membangun daerah menjadi lebih baik. Konflik hanya akan menguras energi masyarakat yang tidak akan menghasilkan perubahan positif.
Di Banyuwangi, secara berkala Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar pertemuan. Dalam pertemuan tersebut, para tokoh dan umat melakukan kegiatan-kegiatan positif secara bersama-sama, seperti terlibat dalam program pembangunan daerah, ikut menyosialisasikan pendidikan dan kesehatan, dan menyampaikan aspirasi serta kritik yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembangunan.
<span 13px;"="">Bupati Anas sendiri secara berkala juga menyampaikan kinerja pembangunan kepada para tokoh agama untuk meminta masukan agar program semakin baik. "Kami juga meminta tolong kepada para pemuka agama untuk menyampaikan kepada umat melalui ceramah atau khotbah tentang berbagai hal, seperti program beasiswa, arah pembangunan, sampai imbauan untuk mengantisipasi demam berdarah," ujarnya. (Reporter : Maskuri/AB/HMS)
No comments:
Post a Comment