
Jember, Wartajember.co.id - Buahnya tidak terlalu besar, dan dipenuhi duri. Tetapi rasa
manisnya bisa mengalahkan varietas yang lain. Itulah buah naga kuning yang
popularitasnya mampu mengalahkan jenis-jenis terdahulu. Hylocereus undatus
berhasil menjadi salah satu tanaman favorit petani sejak tahun 2000 di Jawa
Timur. Di Kabupaten Jember sendiri, buah naga dengan berbagai jenis lazimnya
dikembangkan di daerah Rembangan yang merupakan dataran tinggi. Namun ternyata
buah naga juga bisa tumbuh baik di dataran rendah. Salah satu petani yang
berhasil mengembangkan buah naga kuning di dataran rendah adalah Asrofatul
Uswatun. Melalui keuletannya, ia berhasil membudidayakan buah naga kuning di
kebunnya, di Desa Sidomulyo Kecamatan Semboro Jember Jawa Timur.
Empat tahun
lalu Asrofatul memulai membudidayakan buah ajaib yang berasal dari dataran
tinggi Meksiko ini. Saat itu ia hanya mencoba sekitar 50 tiang. Ia mengaku
perawatan naga kuning harus lebih intensif dibandingkan dengan jenis buah naga
yang lain. Namun berkat ketekunannya saat ini ia sudah membudidayakan 200 tiang
buah naga. Selain rasa manis yang mencapai 18-20 briks, pemilik kebun
pembibitan Mitra Tani Unggul ini mengatakan buah naga kuning dapat berbuah
sepanjang tahun, dengan musim panen antara Bulan Desember hingga Juli. Bahkan
jika dirawat dengan benar dan pemupukan yang baik, maka buah naga mampu berbuah
hingga bulan September. Ia tidak pernah berhenti memanen buah naganya karena
jenis ini selalu berbuah dan masak seminggu sekali, saat tidak ada musim
buah lain, saya tetap bisa panen naga kuning,” ujarnya sambil tertawa. Per minggu,
ia mampu memanen hasil sebanyak 25 hingga 50 kilogram. Untuk setiap kilogram
naga kuning, ia membandrol harga 250 ribu rupiah. Ia menilai harga tersebut
benar-benar pantas untuk buah yang bercita rasa tinggi dan istimewa. Saat ini
ia hanya memasarkan naga kuning miliknya ke salah satu supermarket di Surabaya.
“Dalam waktu dekat kami sudah mulai masuk ke supermarket di Jember,” terangnya.
Tak hanya membudidayakan buah, Asrofatul pun membuat usaha pembibitan buah naga
kuning yang banyak diminati pasar luar daerah. Mayoritas pelanggan adalah
petani, pebisnis agrowisata, bahkan penghobi yang tersebar di seluruh
Indonesia. “Terbanyak pembeli dari Pontianak. Dari Taman Buah Mekarsari, Bogor
juga ambil bibit dari sini,” paparnya. Saat ini Asrofatul tengah tertantang
untuk menangkarkan beberapa jenis tanaman baru, seperti buah naga oranye, buah
naga hitam, buah naga red super sweet, serta srikaya jumbo. Ia melihat
jenis-jenis tersebut akan menjadi primadona selanjutnya bagi dunia
hortikultura.
Untuk menjaga kualitas buahnya Ibu yang ramah dengan 5 orang
anak ini melakukan budidaya yang baik dengan belajar dari berbagai sumber, yang
diterapkan juga kepada petani yang berada dibawah binaaannya, sehingga harga
penjualan buahnya masih mampu bersaing dengan harga yang beredar di pasaran
walau harganya lebih tinggi. Segmen pasar yang disasar adalah supermarket,
minimart, toko buah baik yang di Jawa Timur maupun di luar Jatim bahkan sampai
ke luar Jawa, bahkan pada saat kunjungan ini ada pedagang buah dari Riau yang langsung
datang ke lokasi Ibu Usrotul Uswatun. Selain budidaya beliau juga melakukan
perbanyakan tanaman buah naga dengan teknik grafting selain perbanyak stek yang
umum dilakukan. Tujuan grafting adalah untuk mempercepat pertumbuhan beberapa
vairetas yang pertumbuhan perakarannya lambat.( AB )
No comments:
Post a Comment