BANYUWANGI, Wartajember.co.id – Kinerja imunisasi Kabupaten Banyuwangi menjadi yang tertinggi di Jawa Timur dalam tiga indikator utama berdasarkan penilaian Pemprov Jatim, yaitu pengelolaan vaksin, imunisasi dasar lengkap (IDL), dan desa universal child immunization (UCI) atau desa yang seluruh balitanya sudah terimunisasi.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, imunisasi merupakan aspek penting dalam kehidupan anak. Imunisasi yang baik dan lengkap menjamin kesehatan anak. Tumbuh kembang anak menjadi lebih baik. "Dengan demikian, anak bisa fokus untuk belajar guna menggapai cita-citanya," ujar Anas.
Dia mengatakan, Pemkab Banyuwangi terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk bagi anak-anak melalui Posyandu, Puskesmas, dan rumah sakit. Di Posyandu, misalnya, dikembangkan model yang terintegrasi dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Klinik tumbuh kembang anak juga dibangun di sejumlah Puskesmas dan rumah sakit.
"Ini adalah ikhtiar kami agar golden period anak bisa diperhatikan dengan baik. Banyuwangi masa depan dimulai saat ini dengan memperhatikan perkembangan anak-anak," papar Anas.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono, menambahkan, terkait pengelolaan vaksin, Banyuwangi mendapat nilai tertinggi karena pengelolaan cold chain (rantai pendingin) vaksin yang baik, mulai dari proses penyimpanan vaksin, pendistribusian kepada puskesmas, penyimpanan di puskesmas, hingga vaksin sampai kepada pasien.
“Ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas vaksin tetap baik. Vaksin harus dipastikan selalu disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius agar tidak mudah rusak. Ini sebabnya cold chain harus betul-betul dikawal,” kata dr Rio, panggilan akrab Widji Lestariono.
Banyuwangi, terang dia, berhasil mengantongi poin besar pada kategori ini lantaran dianggap advance dalam pengelolaan vaksinnya. Di Banyuwangi, cold chain sudah dilakukan secara maksimal. Di antaranya penggunaan mobil vaksin dalam distribusi, yaitu mobil khusus yang dilengkapi peralatan pendingin sehingga menjamin suhu penyimpanan selama perjalanan tetap terkontrol.
“Untuk pendistribusian, kami lakukan dengan mobil vaksin yang keliling ke setiap puskesmas agar kualitas vaksin tetap terjamin. Nanti di puskesmas, akan langsung dimasukkan ke dalam kulkas yang suhunya dimonitor setiap saat oleh petugas setempat,” ujar dr Rio.
Kemudian, pada kategori capaian imunisasi dasar lengkap (IDL), yang dinilai adalah capaian balita yang telah menerima seluruh jenis vaksin. Mulai dari vaksin BCG, Polio, Hepatitis B, DPT hingga Campak. “Untuk IDL ini, Banyuwangi sudah mencapai 93,6 persen atau sebanyak 21.540 balita telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Kami terus kejar target 100 persen,” jelasnya.
Berikutnya pada kategori capaian desa UCI, Banyuwangi telah mencapai 97,7 persen atau sebanyak 212 desa seluruh balitanya telah memperoleh imunisasi. Artinya hanya tersisa 5 desa saja yang belum menjadi desa UCI. “Kita optimis di akhir 2016 nanti, capaian desa UCI Banyuwangi bisa 100 persen. Oleh karena itu, kita akan melakukan sweeping dari rumah ke rumah untuk memastikan agar tidak ada sasaran yang terlewat,” pungkas dr Rio. (Reporter : Maskuri / Humas )
No comments:
Post a Comment