Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Forum Kesenian Kawasan Selatan Jatim - Warta Jember

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sunday, November 20, 2016

Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Forum Kesenian Kawasan Selatan Jatim

Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Forum Kesenian Kawasan Selatan Jatim

BANYUWANGI, Wartajember.co.id - Dinilai berhasil memajukan budaya lokalnya, Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan seni tingkat regional yang digagas Forum Kesenian Kawasan Selatan (FKKS). Pagelaran yang diadakan Sabtu (19/11) malam, di Taman Blambangan ini melibatkan ratusan seniman Jawa Timur di kawasan selatan.
Sejumlah kabupaten/kota di Jatim, selain Banyuwangi, turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Antara lain Tulungagung, Blitar, Malang, Jember, Lumajang, Trenggalek, dan Pacitan. Serta peserta eksebisi dari Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah yang ikut meramaikan kegiatan seni tahunan ini.
Asisten Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Provinsi Jatim, Sofwan mengatakan, event ini merupakan salah satu event prestisius bagi masyarakat Jatim. "Ini kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jatim. Ratusan seniman Jatim berkumpul untuk berdiskusi dan menampilkan karya terbaiknya. Saya pun salut pada Banyuwangi sebagai tuan rumah," kata Sofwan saat membuka acara tersebut semalam.
Secara khusus Sofwan pun membeberkan alasan dipilihnya Banyuwangi sebagai tuan rumah. "Banyuwangi ini luar biasa. Kami bangga Banyuwangi jadi bagian dari Jatim. Lompatan yang dibuat Banyuwangi luar biasa termasuk bagaimana menjadikan masyarakat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri lewat pelestarian budaya lokal," kata Sofwan.
Upaya Banyuwangi membuat banyak festival, lanjut Sofwan, menjadi pemicu daerah lain di Jatim untuk meningkatkan geliat wisata budaya.
Ke depan, lanjut dia, Provinsi Jatim akan terus mengembangkan budaya lokal. "Kami berkepentingan untuk terus melestarikan budaya lokal. Budaya lokal yang dikemas dengan baik inilah yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat kita," tandas Sofwan.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan ditunjuknya Banyuwangi sebagai tuan rumah, menjadi kehormatan tersendiri bagi Banyuwangi. "Ini kehormatan besar bagi kami. Kebijakan Gubernur Jatim mendorong budaya sebagai hal yang harus dikerjakan, bagi kami ini adalah luar biasa. Kami pun sejalan dengan Gubernur yang telah memutuskan untuk mengangkat kebudayaan lokal," kata Anas.
Anas menambahkan, budaya lokal akan menjadi identitas bagi Banyuwangi. Sebagaimana dalam Banyuwangi Festival yang hampir sebagian besar eventnya mengusung kebudayaan lokal.
"Ini merupakan bentuk kesungguhan kami dalam memperhatikan budaya lokal. Ini jadi panggung bagi anak-anak kita untuk kita saksikan bersama. Anak-anak butuh penghargaan dari pimpinannya. Karena itu di Banyuwangi anak-anak  muda turut dilibatkan untuk mendorong terus tumbuhnya kebudayaan di Banyuwangi," jelas Anas yang kemudian melanjutkan dengan penyerahan panji atau Pataka kepada Pemprov Jatim sebagai tanda dimulainya acara.
Usai dibuka, satu persatu kabupaten dan kota mulai menampilkan pertunjukan kesenian daerahnya. Berbagai tarian yang dikombinasikan dengan fragmen menjadi daya tarik tersendiri bagi ribuan penonton.
Menariknya, beragam pertunjukan tersebut dirangkai dalam sebuah fragmen Banyuwangi mantu, dimana mempelai putri dari Banyuwangi dan mempelai laki-laki dari Trenggalek, kedua pengantin mengenakan pakaian adat Mupus Braen, salah satu pakaian pengantin khas Banyuwangi. Tarian Bedoyo Wulandaru pun ditampilkan sebagai tarian penyambut bagi para tamu.
Berturut turut kabupaten lain mulai menampilkan keseniannya. Seperti Tulungagung dengan ritual Condromoyo, Kabupaten Blitar dengan fragmen Ande-Ande Lumut-nya dan Pacitan tampil tari Metik.
Pertunjukan yang apik ini menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Banyuwangi. Mereka tak melewatkan kesempatan untuk berbondong-bondong menonton acara ini. Hingga larut malam, warga masih terlihat memadati areal Taman Blambangan.
Murniati, salah satunya. Warga Kelurahan Bakungan ini datang bersama 5 anggota keluarganya. "Seru ya. Disini saya bisa melihat budaya kota lain yang bagus-bagus. Tapi budaya Banyuwangi juga nggak kalah bagusnya kok," kata Murniati.
Banyaknya daerah yang mengikuti daerah ini, pertunjukan ini digelar dalam dua hari. Hari ini, pertunjukan masih akan berlanjut dengan penampilan kabupaten/kota lain yang belum tampil semalam. (Reporter : Maskuri / Humas )

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here