JEMBER- Ribuan hektar sawah diwilayah Jember Selatan, terancam gagal tanam. Pasalnya sudah dua hari ini wilayah ini terkena banjir kiriman dari hulu. Meski tidak sampai ke pemukiman, namun terendamnya komoditas pertanian seperti jagung dan padi, membuat petani berpotensi merugi hingga milyaran rupiah. Karena tanaman jagung dan padi yang rusak,serta busuk akibat terendam air.
Sejumlah wilayah di tiga kecamatan di Jember selatan seperti Kecamatan Gumukmas, Kecamatan Kencong, dan Kecamatan Jombang, mengalami banjir kiriman yang terjadi dari wilayah hulu. Banjir yang terjadi sejak dua hari kemaren merendam ribuan hektar sawah di tiga kecamatan tersebut. Luapan air disebabkan debit air kiriman yang dari wilayah hulu tidak mampu ditampung oleh sungai.
Kondisi ini dikhawatirkan oleh banyak petani yang memasuki masa tanam padi dan jagung. Terlebih bagi petani jagung yang tanamannya lebih rentan dari tanaman padi. Tanaman jagung lebih mudah membusuk jika dalam waktu dua hari saja terendam air, dan hal ini membuat petani merugi.
Salah satunya, Mahfud, petani, didaerahnya sudah sering turun hujan deras beberapa hari terakhir, dan hal ini diperparah dengan banjir kiriman dari wilayah hulu. Rata rata tanaman padi dan jagung milik petani disekitar aliran sungai ikut terendam.
No comments:
Post a Comment