PROBOLINGGO, Wartajember.co.id - Para pengikut taat pribadi bantah tudingan ajaran sesat di padepokan dimas kanjeng taat pribadi. Mereka menganggap tudingan sesat dari majelis ulama Indonesia tersebut mengadangada, pasalnya pengikut padepokan bermacam agama .
Majelis ulama indonesia telah menyatakan bahwa ajaran di padepokan dimas kanjeng taat pribadi adalah sesat, meski fatwa sesatnya belum keluar hingga saat ini.
Dengan tudingan ini, ratusan santri atau pengikut dimas kanjeng yang masih tinggal di tenda-tenda seolah tak menghiraukan tudingan mui tersebut. Mereka menganggap rumor soal ajaran sesat di padepokan hanya omong kosong semata, dan tak terbukti ajaran sesat itu ada.
Seperti diketahui, setelah tertangkapnya taat pribadi, guru besar padepokan dimas kanjeng taat pribadi, mui menemukan kejanggalan-kejanggalan ajara yang ada padepokan.
Kejanggalan tersebut meliputi, adanya istilah karomah tidak tepat, taat pribadi tidak memiliki karomah, selain itu ada bacaan kejawen yang berbunyi wujud manunggaling gusti, diduga bacaan tersebut tertuju ke guru besar padepokan.
Menurut Musleh, ustadz di padepokan dimas kanjeng, yang nyantri di padepokan dari semua agama, baik islam, hindu, kristen, serta berbagai suku. Santri beribadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
Menurut Musleh, ustadz di padepokan dimas kanjeng, yang nyantri di padepokan dari semua agama, baik islam, hindu, kristen, serta berbagai suku. Santri beribadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
Hingga saat ini, penghuni tenda-tenda masih pasang surut,ketika sebagian santri pulang,namun ada sebagian santri justru datang, untuk menjaga podepokan.
No comments:
Post a Comment