Personal Polres Asahan Berhasil Mengamankan 4 Pelaku Penimbunan minyak Bio Solar Subsidi Diduga Ilegal - Warta Jember

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Wednesday, September 14, 2022

Personal Polres Asahan Berhasil Mengamankan 4 Pelaku Penimbunan minyak Bio Solar Subsidi Diduga Ilegal


Asahan, WARTAJEMBER - Polres Asahan berhasil mengungkap kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio solar yang diduga ilegal tepatnya diwilayah kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan.


Dalam ungkap kasus itu, petugas menciduk empat pelaku masing masing FNSH (33) warga Jalan Tanjung Sari Ling II B Dusun II Desa Ledong Barat Kec Aek Ledong Kab. Asahan, AS alias Iwan (39) warga  Desa Sei Kopas Kec. Mandoge Kab. Asahan, UP (40) warga Jalan  Wonosari Ling IV, Kecamatan Kualu Hulu, Kabupaten Labura, BSL (23) Dan IV di desa Aek Ledong Barat, Kecamatan Aek Ledong "ujarnya. 


"Saat dikonfirmasi wartawan, Kapolres Asahan AKBP Roman Smaradhana Elhaj SH SIK MH mengatakan pelaku diamankan dari gudang CV. Maju Jaya Sejahtera yang berada di Dusun II Desa Tanah Rendah Kec Aek Ledong Kabupaten Asahan pada hari Kamis tanggal 08 September 2022 sekira pukul 23.30 Wib, yang diamankan dari gudang tersebut petugas langsung mengamankan barang bukti berupa   

36 Jirigen yang berisi Minyak bio solar subsidi, 10 drum fiber warna biru berisikan Minyak solar subsidi, 1 unit mobil cold Diesel warna kuning BK 9237 YH, 1 unit mobil cold Diesel warna kuning BK 8157 LY, 2 buah selang panjang 1 meter, 1 buah corong warna merah, 4 drum fiber kosong warna biru. "Terangnya Kapolres  Asahan AKBP Roman Smaradhana Elhaj SH SIK MH, Kepada wartawan Selasa (13/09/2022).


Kapolres menyebutkan para pelaku memiliki peran masing masing. Dimana pelaku FNSH sebagai  penyedia dana, tempat dan peralatan yang dipergunakan untuk melakukan penimbunan BBM solar dan menjual kembali solar tersebut. 


"Pelaku FNSH juga bekerja sama dengan pelaku JD (DPO) yang memperkejakan pelaku BSL, AS dan UP untuk membeli solar ke SPBU di Kel. Aek Kanopan Kec. Kualuh Hulu Kab. Labuhan Batubara seharga Rp. 6.800,- / liter dengan menggunakan kedua unit truk colt diesel.


Kemudian kepada petugas SPBU dimintakan untuk mengisi penuh tangki truk colt diesel tersebut dan selain memberikan uang pembelian solar tersebut.


"Supaya para pelaku diperbolehkan kembali membeli solar dengan menggunakan kendaraan yang sama, para pelaku BS, AS dan UP memberikan uang sebesar Rp. 5.000,- kepada petugas pengisian sebagai upah / komisi. "jelasnya.


Setelah mengisi penuh tangki truk, Kapolres mengatakan ketiga pelaku 

BS, AS dan UP kembali menuju ke gudang untuk memindahkan isi dari tangki kedalam jerigen dan drum warna biru yang ada didalam gudang dengan menggunakan selang.


"Aksi itu berulang kali dilakukan sampai dengan jerigen dan drum yang didalam gudang berisi. Kemudian solar yang telah dipindahkan kedalam drum dijual kepada along - along (penjual minyak) seharga Rp. 7.800.


Hasil pemeriksaan pelaku, Kapolres menyebutkan tiga pelaku BS, AS dan UP mengaku mendapat upah / gaji dari pelaku FNSH sebesar Rp. 5.000,- / jerigen yang diisikan dari truk colt diesel. Sedangkan dua unit truk tersebut disewa pelaku FNSH sebesar Rp. 700.000,- / minggu.


"Ia menuturkan para pelaku dijerat tentang tindak pidana penyalahgunakan pengangkutan dan / atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah sebagaimana dimaksud dalam pasal 55 UU RI No. 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi sebagaimana dimaksud dalam pasal 40 UU RI No. 11 tahun 2020 tentang cipta kerja.


"Para pelaku terancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp.60 milyar," tegasnya.


Diakhir pemaparannya, Kapolres Asahan memberikan pesan moral kepada masyarakat untuk tidak terbuai dengan keuntungan besar dan terpancing.


"Karena sangat berbahaya untuk diri, keluarga, masyarakat, Bangsa dan Negara. "pungkasnya( NGATIMIN)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here