
Jember, Wartajember.co.id - Sejumlah 2548 peserta yang mengikuti pelatihan Basic Life Support (BLS) di Gedung Serba Guna (GSG) GOR Kaliwates Jember, Minggu ( 3/12/2017 ) mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indoneisia Karena peran dan kebersediaan peserta untuk mengikuti pelatihan.
“Karena sejatinya, rekor MURI dipersembahkan untuk seluruh peserta yang hadir dalam pelatihan Basic Life Support (BLS) masyarakat,” tutur Bupati.Jember Faida.
Dengan dicatatnya Jember sebagai pemilik rekor Muri untuk pelatihan BLS, setidaknya mengindikasikan, bahwa Kabupaten Jember memiliki banyak orang yang mengerti cara menangani hal-hal yang bersifat darurat, karena yang sudah mengikuti pekatihan BLS sebanyak 2548 orang. Mereka yang mengikuti pelatihan BLS, dibekali dengan pengetahuan cara menangani atau memberikan pertolongan kepada orang yang tidak sadarkan diri, mengalami henti nafas, detak jantung tiba-tiba berhenti dan sebagainya.
“Berkunjung ke Jember lebih aman karena mempunyai alumni-alumni BLS yang pesertanya lebih dari dua ribu orang. Kader posyandu semuanya lebih mengerti akan BLS,” ujar Bupati Jember, dalam acara Pelatihan Basic Life Support (BLS), di Gedung Serba Guna, GOR Kaliwates, Minggu (3/12/2017).
Bupati berharap, dinas kesehatan mengusulkan pelayan kesehatan punya keahlian BLS sebagai syarat kompetensi. Menurut bupati, ilmu yang didapat, bisa bermanfaat untuk dijadikan sebagai ladang amal, ibadah dan menolong sesama, “Tidak ada yang lebih penting, kecuali urusan kemanusiaan,” ucap bupati.
Dan rekor MURI yang berhasil diraih untuk kesekian kalinya, kata bupati, adalah suatu bukti, bahwa masyarakat Jember memiliki semangat untuk bergotong royong, bersatu, mau belajar, dan meningkatkan kompetensinya. ( Reporter : Lumlawalata/HMS/AB )
No comments:
Post a Comment