
Jember, Wartajember.co.id - Berawal dari tantangan seorang kawan untuk
meracik kopi mengantarkan Wahyu Ari Bowo raih prestasi dalam ajang kompetisi
kopi baik di daerah maupun nasional.
Kepada wartawan Wahyu menceritakan awal dirinya
mengikuti
kompetisi kopi pada pertengahan 2017 dengan tekad ingin terus belajar.
Dibantu
dan sharing dengan teman-teman serta orang tua yang sudah dahulu terjun didunia
kopi tidak disangka-sangka Wahyu keluar sebagai juara.
Pertama kali mengikuti kompetisi bertaraf nasional
dengan lawan dari berbagai daerah Wahyu berhasil menjadi Juara satu ajang
kompetisi Brewing dan Blending dalam acara Festifal Kopi Nusantara 2 yang
dilaksanakan di Bondowoso.
“Tidak hanya puas sampai disitu mas, saya terus
melatih kemampuan saya dalam menyeduh kopi berkonsep manual brewing.
Saya
terus menambah wawasan saya mengenai kopi dengan mengujungi beberapa perkebunan
di daerah Jawa Timur,” ujarnya.
Kompetisi kedua Wahyu mengikuti acara perlombaan yang
sama yaitu menyeduh manual Brewing di acara Festival Kopi Malang 2 yang
diadakan di Gedung Krida Budaya akhir bulan
September
lalu.
“Sayang mas, saya hanya sampai nominasi sebagai finalis,”
katanya.
Seiring berjalannya waktu terakhir pada awal bulan Oktober lalu Wahyu
mendapat
informasi mengenai pemilihan Duta Kopi Indonesia 2017 di
media sosial dan info dari teman seangkatan.
Pemilihan Duta Kopi Indonesia ini
merupakan ajang pemilihan yang merupakan bentuk kerjasama Kementrian Koperasi dan UKM serta lembaga
SCAI (Speacialty Coffee Association of
Indonesia) dan ICL (Indonesia Coffee Lovers) serta dukungan
dari pihak-pihak seperti Kementrian Pertanian, Kementrian Pariwisata dan Kebudayan, Kementrian Perindustrian dan Kementertian Perdagangan.
Pemilihan duta kopi ini juga berada dibawah naungan dan bimbingan ADI
(Asosiasi Duta Indonesia) dan baru diselengarakan kedua kalinya bersamaan
dengan kegiatan Rembug Kopi Nusantara 2017 di SMESCO Exhibition Hall Jakarta
Selatan.
Adanya info tersebut dicoba oleh Wahyu untuk mencoba mendaftarkan diri
dengan mengirim CV serta karya tulis mengenai upaya promosi kopi indonesia ke
dunia internasional. Tak disangka pula CV dan karya tulis saya diterima oleh
pihak panitia sehingga Wahyu dinyatakan sebagai Semifinalis Duta Kopi Indonesia 2017.
“Setelah dinyatakan lolos saya di undang ke
Jakarta untuk mulai melakukan pembinaan dan pembekalan materi mengenai wawasan
dalam dunia kopi hingga pembentukan karakter dan sifat kepemimpinan,”
jelas mahasiswa Fakultas Pertanian Unej ini.
Wahyu terpilih bersama dengan 16 orang
teman-teman lainya dari berbagai daerah dan berbagai usia. Mulai usia 20 tahun hingga
40 tahun dan rata-rata orang-orang yang terpilih sudah mendalami kopi dan
terjun di industri kopi sudah dari lama.
Hari terakhir Grand Final Pemilihan Duta Kopi Indonesia 2017
dilakukan layaknya pemilihan duta-duta maupun miss-miss yang lain.
Diadakan
di panggung terbuka dan dilihat oleh orang-orang yang sudah paham akan industri
kopi dan dinilai langsung oleh juri-juri yang sudah berpengalaman Wahyu
bersama 16 semifinalis lainnya mempresentasikan mengenai proyeksi kopi kedepan
serta upaya promosi kopi Indonesia secara luas.
“Selain presentasi juga terdapat sesi tanya jawab
seputar kopi dan wawaan lain yang tidak jauh dari dunia perkopian,”
ucapnya.
Hingga akhir acara tidak disangka Wahyu dinobatkan
sebagai Juara Duta Kopi Indonesia 2017 bersama dengan 2 pemenang lain yang
berasal dari Palembang dan dari Gayo Aceh.
“Saya sendiri kurang lebih 5 bulan terakhir ini
tergabung dengan komunitas Jember Kofiesta besutan dari bapak Istjiono pemilik
dari Rumah Kafe, visi misi kami kedepan bagaimana caranya kopi jember terutama
dapat dikenal oleh masyarakat luas minimal masyarakat jember bahwasanya jember
juga memiliki potensi yang luar biasa, kita sendiri memiliki 4 origin fine
robusta dan 2 origin specialty arabika, namun selama ini masih belum terekspos
dengan baik oleh masyarakat,” papar Wahyu.
Hal inilah yang juga menjadi visi Wahyu
kedapan
yang sudah dibawa ke acara Rembug Kopi Nusantara lalu
ingin
mengenalkan kopi-kopi jember dengan cara melakukan upaya-upaya mulai dari
perbaikan dan sinegitas mulai dari sektor hulu dan hilir hingga pemanfaatan
kultur budaya dari jember sendiri sebagai bentuk promosi yang diras efektif
untuk memperkenalkan kopi jember.
No comments:
Post a Comment