CUKUP SEHAT, PEREMPUAN YANG BERTARUH NYAWA DI ATAS TRUK TEBU - Warta Jember

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Monday, September 18, 2017

CUKUP SEHAT, PEREMPUAN YANG BERTARUH NYAWA DI ATAS TRUK TEBU

Hasil gambar untuk rsud balung jember kabupaten jember jawa timur

Jember, Wartajember.co.id -  Proses persalinan yang dialami Sri Wahyuni, cukup berat dan penuh perjuangan, namun kondisi warga Dusun Gumuk Bago, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Jember, serta bayi yang dilahirkannya di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung, dalam keadaan sehat.

Saat ditemui wartawan di ruang bersalin dan perawatan anak RSD Balung, Senin (18/9/2017), ada senyum kebahagiaan yang terpancar di wajah Sri Wahyuni dan keluarganya. Mereka terlihat begitu bersyukur setelah berhasil melahirkan bayi pertamanya dengan selamat.

Mereka tak mengira, proses persalinan itu akan berjalan lancar. Sebab sebelumnya Sri Wahyuni dilarikan ke RSD Balung, menggunakan truk tebu, pada Minggu (17/09/2017) kemarin, sekitar pukul 9 pagi. Wanita dari kalangan kurang mampu ini sekitar satu jam bertahan di atas truk yang menjadi alat angkut dirinya kerumah sakit. 

Kondisi ini membuat publik di Jember prihatin, apalagi kondisi ini lantaran tiadanya ambulans desa serta jauhnya dari akses Puskesmas maupun rumah sakit. Sang suami, Irawan, meminjam kendaraan itu dari tetangganya. Keterbatasan biaya yang dimiliki membuat pemuda 24 tahun itu mengemudikan sendiri truk tersebut untuk mengantarkan istrinya ke rumah sakit.

“Alhamdulillah, ini pertolongan Allah. Dan kami juga menyampaikan terimakasih atas kesigapan tim Rumah Sakit Balung yang membantu proses persalinan istri saya,” kata Irawan.

Sementara menurut Dokter Spesialis Anak RSD Balung, dr. Hajeng Wulandari, Sp. A, kondisi terakhir sang bayi cukup baik. Hasil observasi tim medis mengdapati respek hisab bayi tersebut cukup bagus dan sudah bisa dicoba.

“Mungkin nanti akan kita lakukan IMD [Inisiasi Menyusu Dini] yang dimana untuk kedepannya bayi bisa belajar menetek [sendiri],” katanya, kepada penanusantara.id.

Menurut dia, sang ibu dirawat terpisah dengan bayi tersebut. Meski begitu, saat ini kondisi ibunya sudah bisa dipindah ke ruangan perawatan setelah menjalani operasi cesar, kemarin. Jadi, sesegera mungkin bisa dilakukan rawat gabung antara ibu dan bayinya.

“Dengan harapan bisa cepat ketemu ibunya, yang otomatis air susu ibunya pun [bisa] cepat keluar,” ujarnya.

Hajeng mengatakan, berat badan bayi tersebut tergolong besar. Sebab begitu lahir, berat badannya 3.600 gram. Sehari pasca persalinan, kondisi bayi itu tetap stabil, walaupun berat badannya belum ada kenaikan signifikan dan kondisi ini akan terus dipantau setiap hari oleh tim medis rumah sakit setempat.

“Memang kemarin ada masalah waktu proses persalinan, sehingga harus dilakukan Sectio Caecaria [SC: persalinan dengan tindakan operasi] segera. Dilakukannya proses persalinan SC, alhamdulillah bayi lahir dengan menangis,” jelasnya.

Lebih lanjut Hajeng menuturkan, sejah ini belum ada perawatan khusus bagi pasien, tim medis hanya akan segera menggabungkan perawatan ibu dan sang bayi. Bahkan, jika ibunya sudah siap pulang dan diizinkan oleh dokter kandungan, maka sang bayi juga diizinkan pulang.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSD Balung, drg. Nur Cahyohadi menyatakan, perjuangan pasangan muda tersebut patut diapresiasi. Kareana ada kesadaran dari keluarga serta bidan desa mengenai kondisi kegawatdaruratan yang dialami sang ibu, sehingga segera mengambil keputusan untuk segera merujuk ke rumah sakit.

“Dan [pihak] rumah sakit tidak membedakan [antara] pasien umum atau BPJS [Kesehatan], semua diperlakukan cepat sesuai status kasusnya. [Jika] emergency petugas tidak akan tanya uang muka atau yang lain-lain,” ucapnya.

Cepatnya penanganan pasien tersebut, tak hanya terkait kesigapan petugas medis, tetapi juga kesiapan keluarga pasien. Karena saat dirujuk, persyaratan dokumen kependudukannya sudah lengkap semua.( AB )

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here