Persentase Gizi Buruk Jember Rendah, di Bawah Angka Jatim - Warta Jember

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, July 13, 2017

Persentase Gizi Buruk Jember Rendah, di Bawah Angka Jatim

Hasil gambar untuk kepala dinkes jember dokter qomariah

JEMBER, Wartajember.co.id -  Jumlah persentase bayi di bawah lima tahun (balita) yang mengalami gizi buruk di Kabupaten Jember masih jauh di bawah Jawa Timur yang ditarget sebesar 15 %. Jika dilihat dari angka absolute maka total jumlah gizi buruk menjadi terlihat besar dibanding kota lain di Jawa Timur, karena perbandingan angka jumlah penduduknya jauh di bawah Jember.
            Demikian dijelaskan resmi oleh dr Siti Nurul Qomariah, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember saat ditanya sejumlah wartawan, tentang informasi yang menyebut bahwa angka gizi buruk di Kabupaten Jember tinggi.
          
  Menurut Nurul Qomariah,  benar informasi tentang gizi buruk itu disampaikan oleh Pemerintah Pusat, kemudian data yang dimaksud sebagai gizi buruk diambil dari data PSG pemantauan status gizi balita berdasarkan TB/U (Tinggi badan per umur) itu ditangkap sejumlah anggota DPR  untuk disampaikan ke publik agar menjadi perhatian. Tetapi, angka yang disampaikan itu merupakan angka absolute.
            Jika melihat nilai absolute maka angka gizi buruk terlihat besar, karena jumlahnya ada 8000 an. Padahal angka itu merupakan angka total pencatatan gizi buruk dan gizi kurang sejak ada kelahiran bayi hingga usia 5 tahun.

Kalau jumlah gizi buruk Jember hanya ada 300 saja. Tetapi apa yang disampaikan DPR itu hanya melihat total angka gizi buruk dan gizi kurang, yakni berjumlah 8.000 nya sehingga terlihat besar. Tetapi sebenarnya jika dibandingkan dengan jumlah penduduk maka persentase di Jember sangat kecil, dibanding kota lain dan target Jawa Timur, yang ditetapkan sebesar 15 %.
Data gizi buruk itu diambil dari data (PSG) pemantauan status gizi balita berdasarkan TB/U (tinggi badan per umur). Pemantauan status gizi balita dilakukan pemerintah sejak kelahiran sampai bayi berusia lima tahun. Tahapan pendataan itu adalah bayi dengan kriteria gizi,  antara lain ; gizi kurang, gizi buruk, gizi cukup atau normal dan gizi lebih.

Kalau mau jujur, kata Qomariah, angka 8000 jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Jember maka persentasenya akan kecil. Apalagi saat dilihat laporannya sebenarnya, angka gizi buruk di Jember hanya 300 an orang. Angka 8000 itu angka total gizi buruk diambah gizi kurang.
 “Kalau yang dilihat itu angka total nya memang besar yakni 8.000, dan ini dibandingkan dengan kota lain ya besar. Karena kota lain itu penduduknya kecil. Kalau gizi buruk hanya 300 anak, “ ujar Bu Dokter yang dikenal tegas ini.
 Tetapi angka tersebut jika dilihat secara absolute maka akan sangat maton (tampak, red) nilainya tetapi  persentase Jember masih di bawah target Jawa Timur yang ditetapkan 15 %.

“Memang  informasinya dari pusat kurang ditangkap detail, bahwa  balita dengan  criteria status gizi  criteria itu ada tahapan yakni mulai dari  gizi buruk, gizi kurang, gizi cukup atau normal, dan gizi lebih.  Untuk Kabupaten Jember  angka total gizi kurang dan gizi buruk berjumlah 8.000. Gizi buruk sendiri ada 300. Kalau lihat angka absolute ya besar, tapi persentase masih di bawah Jatim. Lihat saja, angka itu jelas berpengaruh karena jika dilihat persentase dari jumlah balita yang ada. Akan makin besar angka itu, karena dibandingkan dengan jumlah penduduk yang besar,” beber Nurul Qomariah, yang menegaskan bahwa angka kelahiran bayi di Jember per hari mencapai kisaran 77 -100 an kelahiran. ( Lumlawalata/HMS/AB )

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here