JEMBER, Wartajember.co.id – Dalam
Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta program 22 janji
kerja Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas
Koperasi dan UMKM, berkomitmen untuk bertindak sekaligus menjadi fasilitator
dalam membangkitkan usaha mikro, dan meningkatkan performa koperasi.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi
dan UMKM, Moch Jamil, di sela peringatan Hari Koperasi, berupa pameran dan
gelar produk lokal, Minggu, 16 Juli 2017 di Alun – alun Jember.
Moch Jamil, menegaskan bahwa momentum hari
Koperasi sekaligus dijadikan awal langkah Pemerintah Kabupaten yang mengusung
Jember Baru Jember Bersatu ini, untuk memecahkan masalah – masalah klasik
koperasi dan UMKM.
Beberapa masalah klasik itu adalah
kurangnya modal, kurangnya kompetensi pelaku usaha dalam wirausaha,
kurangnya kualitas kelembagaan koperasi,
serta kurangnya fasilitasi sumber daya manusia dan alam/bahan produksi serta minimnya
fasilitasi akses pasar produk lokal.
“Pada peringatan Hari Koperasi, kita gelar
pameran produk lokal selama dua hari pada Sabtu - Minggu atau 15 – 16 Juli
2017, yang bertujuan untuk membangkitkan
gairah produksi usaha mikro kecil menengah, mengidentifikasi pasar lokal dan
sekaligus memberi kesempatan peningkatan pendapatan pengusaha mikro binaan
koperasi,” ujar Jamil.
Yang jelas, bahwa peran koperai dalam pembangunan ekonomi sangat
penting yakni bisa berperan signifikan
selama diberi kesempatan yang sama dalam mengakses semua kegiatan ekonomi serta
sumber potensi ekonomi seperti kesempatan terlibat dalam melaksanakan program
dan kegiatan pemerintah dan institusi swasta.
“Termasuk terlibat dalam pengelolaan jasa
keuangan yang bersumber dari penyertaan modal pemerintah dan sumber modal lainnya,”
tukas Jamil.
Bicara soal kelemahan klasik, banyak usaha
mikro yang kurang kemampuan manajemen dan informasi pasar, minim modal, minim kompetensi wirausaha, minim
akses informasi, minim akses pasar sekaligus minim kesempatan, merupakan
kelemahan klasik yang menjadi tantangan tugas Dinas Koperasi dan UMKM untuk
menyelesaikannya.
“Untuk itu Diskop dan UMKM bertanggung
jawab merumuskan alternatif program
kegiatan yang mampu memberi solusi bagi tantangan yang tersedia dengan
mengerahkan potensi yang ada baik
potensi politik, potensi financial, potensi SDM potensi strategi, dan potensi
SDA,” ujarnya.
Tentu saja kata Jamil, dalam bingkai rencana
kerja yang terintegrasi dengan semua institusi yang bertanggungjawab dalam
pembangunan ekonomi daerah.
Sekadar diketahui jumlah koperasi di
Kabupaten Jember yang masih aktif adalah 1.501 unit dari jumlah keseluruhan 4.
350 unit koperasi. Yang tidak aktif ada 298 buah.
Langkah
Dinas Koperasi dan UMKM untuk
melakukan pembinaan adalah, membentuk bisnis plan, melakukan gelar produk,
bimbingan teknis peningkatan kualitas kelembagaan koperasi, penilaian kesehatan
koperasi, pemasaran online produk koperasi dan usaha mikro, terakhir sarasehan
koperasi.
Dari sisi modal kelembagaan anggota
koperasi di Jember tercatat ada 44.759 orang, dengan total karyawan 578 orang,
modal sendiri 330,5 miliar, modal luar 437,7 miliar, volume usaha 334,4 miliar dan
SHU 39,2 miliar.
“Ini adalah aset yang bisa
menumbuhkembangkan peran koperasi dalam pembangunan menjadi sangat penting,”
pungkas Jamil.
Saat ini di bidang tani, jumlah Koperasi
Unit Desa (KUD) dan RAT yang aktif ada 19 unit, sedangkan 15 saja yang masih
bagus. Usaha KUD yang jalan tapi tidak
ada RAT ada 21, dan tidak aktif ada 8 unit.
Terakhir, Jamil menegaskan bahwa fungsi
Dinas Koperasi dan UMKM, adalah instansi
pemerintah yang berwenang dan bertanggungjawab dalam menggerakkan perekonomian
melalui dinamisasi peran koperasi dan UMKM sehingga peran koperasi menunjukkan akumulasi
tanggungjawab yang telah dilaksanakan.
Dalam memacu pertumbuhan ekonomi, koperasi kata Jamil, koperasi
harus bisa mencari penyediaan sumber permodalan bagi UMKM berbasis kekeluargaan dan berorientasi
kesejahteraan anggota. Sehingga ekonomi yang tercipta adalah berlandaskan
kepada nilai yang dicita - citakan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara
sesuai Pancasila.( Reporter : Lumlawalata/HMS/AB )
No comments:
Post a Comment