.jpg)
Banyuwangi, Wartajember.co.id - Memasuki hari ke-15 bulan Ramadlan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melaksanakan sahur bersama di Pasar Subuh Petahunan, Jajag, Gambiran. Selain para pedagang, hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat dan Muspika Kecamatan Gambiran.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anas berpesan kepada hadirin, untuk meningkatkan gotong royong di tengah masyarakat. "Ciri-ciri masyarakat kita ini adalah gotong royong. Hal ini, mulai luntur. Oleh karena itu, maka harus terus kita jaga dan kita tingkatkan," ungkap Anas, Sabtu (10/6).
Spirit gotong royong tersebut, imbuh Anas, tampak dari pasar tradisional. Para pedagang dan masyarakat tidak hanya terlibat dalam transaksi jual beli, namun juga terjadi interaksi gotong royong satu sama lain. "Kalau di pasar, untuk pelanggan bisa hutang dulu, bayarnya besok. Ini adalah salah satu contoh gotong royong. Ada solidaritas yang dibangun di pasar tradisional yang tidak kita temukan di pasar modern," terangnya.
Untuk itu, lanjut Anas, Pemkab Banyuwangi terus mendorong revitalisasi pasar tradisional. Beberapa pasar yang becek dan gelap, secara bertahap telah dilakukan perbaikan. Selain itu, proteksi terhadap pasar tradisional dengan melarang mall dan toko modern berjejaring di Banyuwangi.
"Sudah lima tahun lebih, kami tidak mengijinkan mall dan toko modern berjejaring baru di Banyuwangi. Ini untuk memproteksi pasar dan toko-toko klontong," papar Anas.
Perlu diketahui, selama Ramadlan ini, Bupati Anas banyak melakukan safari Ramadlab di pasar-pasar tradisional. Mulai dari pasar Blambangan, Pasar Sepanjang Glenmore, Pasar Sarongan Pesanggaran dan Pasar Subuh Petahunan.
"Selain sebagai titik kumpul masyarakat, saya juga ingin mengecek infrastruktur pasar dan harga-harga barang langsung kepada pedagang," cetusnya. (Reporter : Maskuri/HMS/AB)
No comments:
Post a Comment