Menpar Kagumi Pelestarian Budaya Desa Kemiren Banyuwangi - Warta Jember

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, June 29, 2017

Menpar Kagumi Pelestarian Budaya Desa Kemiren Banyuwangi

Menpar Kagumi Pelestarian Budaya Desa Kemiren Banyuwangi

Banyuwangi, Wartajember.co.id - Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri acara ritual adat Barong Ider Bumi, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi Senin (26/6). Arief pun terkesima dengan kentalnya tradisi adat suku Using, salah satu masyarakat asli Banyuwangi di desa tersebut.
Menghabiskan libur lebarannya di Banyuwangi, Arief menyempatkan diri keliling Desa Kemiren untuk ikut tradisi Barong Ider Bumi. Warga Desa Kemiren memnag dikenal menjunjung tinggi nilai tradisi dengan melestarikan budaya dan kesenian para leluhur
Di sana, Menpar Arief dibuat takjub dengan penampilan balita yang menarikan tari Jaran Goyang. Terlihat Menpar tertawa lepas menyaksikan tarian yang dibawakan oleh Akbar dan Killa yang masih usia 4 tahun. Di akhir tarian, Menpar memberikan angpao untuk kedua sebagai tanda ucapan terima kasih dan kebanggaannya jika sejak usia dini di Desa Kemiren sudah menanamkan jiwa tradisi dan kesenian masyarakat setempat.
"Ini bentuk pelestarian sejak dini. Anak balita bisa menari seluwes itu. Kita harap ada pelestarian lahir dan terus berkembang di tempat itu," kata Menpar.
Tak hanya takjub dengan tarian, Menpar Arief juga sangat menikmati kuliner Pecel Pitik Desa Kemiren. Dalam Ritual Adat Barong Ider Bumi diakhiri dengan menyantap makanan khas Banyuwangi itu. 
Pecel pitik adalah ayam bakar dibalut dengan bumbu kelapa parut. Bahan utamanya ayam kampung yang masih muda yang dipanggang secara utuh di perapian. Sedangkan bumbu yang digunakan sangat sederhana yaitu kemiri, cabai rawit, terasi, daun jeruk, dan gula. Setelah dihaluskan, bumbu dicampur dengan parutan kelapa muda.
"Ini makanan khas sekali. Jarang banget makan ini. Makanya saya tadi langsung pesen untuk dirumah. Kuliner ini menjadi sangat penting untuk melengkapi destinasinya wisata. Makanya setiap kali ada event seperti ini kita harapkan masyarakat sekitar mendapatkan dampak perekonomian. Dan pasti ada profit disana bagi masyarakat," tambahnya.
Dalam kunjungan nya di Desa Kemiren, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga memberikan bantuan berupa satu set alat kesenian barong beserta alat musiknya. Barong tersebut diserahkan ke sanggar Uni Using, Kemiren, yang terus getol dalam pelestarian kesenian di Desa Kemiren.
Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Pemkab Banyuwangi terus memadati adat dan istiadat di Desa Kemiren agar tidak tergerus zaman. Seiring dengan peningkatan wisatawan yang datang ke Banyuwangi, Desa Kemiren terus berbenah dan menunjukkan citra diri sebagai desa kunjungan wisata.
"Sekarang sudah banyak homestay yang berkembang di desa Kemiren. Ibu-ibu pun ramai dipesan pecel pitik karena makin banyaknya tamu datang ke sini. Tak hanya itu, kesenian dan budaya terus kita support untuk terus hadir dan melengkapi atraksi untuk wisatawan," tambahnya.
Untuk memulainya, kata Bupati Anas, Pemkab Banyuwangi memberikan bantuan rehabilitasi rumah khas Banyuwangi atau rumah Tikel. Selain itu, pembangunan beberapa toilet juga dilakukan untuk sarana penunjang wisata. "Kita bangun beberapa rumah khas Banyuwangi. Kita beri bantuan agar masyarakat juga melestarikan rumahnya. Dan semakin banyak rumah Using yang muncul saat ini" tambahnya. ( Maskuri/HMS/AB)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here