TOLAK PENDIRIAN HOTEL DAN KARAOKE DI PERKAMPUNGAN ,WARGA DEMO - Warta Jember

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tuesday, March 8, 2016

TOLAK PENDIRIAN HOTEL DAN KARAOKE DI PERKAMPUNGAN ,WARGA DEMO

TOLAK PENDIRIAN HOTEL DAN KARAOKE DI PERKAMPUNGAN ,WARGA DEMO



JEMBER, Warta Jember  – Ratusan warga dan salah satu organisasi masyarakat Islam Front Pembela Islam Jember, melakukan aksi unjuk rasa menolak pendirian hotel dan karaoke, di lingkungan perkampungan padat penduduk.Warga menuding hotel dan karaoke tersebut akan dijadikan ajang bisnis prostitusi terselubung. Selain itu pendirian hotel tersebut akan membuat adanya limbah sampah yang dibuang di kampung mereka.
Ratusan warga bersama Ormas Islam, Front Pembela Islam Jember, berunjuk rasa di tempat yang akan didirikanya hotel dan karaoke, yang berlokasi di kawasan perkampungan padat penduduk di Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang, Jember.
Aksi penolakan warga ini karena menuding nantinya hotel dan karaoke, akan dijadikan tempat ajang mesum dan praktek prostitusi terselubung.
Sejumlah ibu-ibu mengamuk dan memaki maki Jupiter, bos yang akan mendirikan hotel dan karaoke. Warga mengaku dimanupilasi, semula warga diberitahu akan dibangun tempat kost, namun ternyata secara diam diam, didirikan hotel dan tempat karaoke.
Penolakan juga dilakukan salah satu tokoh masyarakat di Kampung Gebang tersebut. ajang kemaksiatan dan prostitusi akan terjadi disana.
Aksi penolakan warga, pendirian hotel dan karaoke di Kelurahan Gebang ini, Jupiter selaku pengusaha, tetap akan meneruskan pembangunan, karena proses ijin sudah dilakukan dan menunggu turunnya Ijin Mendirikan Bangunan Atau IMB.
Jupiter membantah jika hotel dan karaoke yang akan didirikanya, menjadi ajang bisnis prostitusi terselebung.
Aksi demo warga dan ormas ini tidak ada titik temu, warga terus akan melakukan aksi, hingga pemerintah daerah menghentikan proses perijinan pembangunan hotel dan karaoke.( Tim Liputan )

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here