
BANYUWANGI , Warta Jember – Lima dari 76 enam penumpang KMP Rafelia 2 yang selamat,masih dirawat di rumah sakit islamBanyuwangi,sabtu pagi.meski kondisinya sudah membaik,Jaenuri,dan Novi,serta seorang sopir truk Wawan,masih dalam kondisi shock.
Jaenuri masih sangat berharap anak laki-lakinya yang masih berusia 1,5 tahun dan istrinya yang hilang,bisa ditemukan.
Beginilah situasi terakhir di rumah sakit islam,yang ada jalan Basuki Rahmad,Banyuwangi sabtu pagi.
Beginilah situasi terakhir di rumah sakit islam,yang ada jalan Basuki Rahmad,Banyuwangi sabtu pagi.
Lima dari 76 korban kmp rafelia 2 yang tenggelam hari jumat siang kemarin,masih dalam perawatan intensif di rumah sakit itu.meski kondisinya sudah membaik dibanding kemarin,para korban ini masih terlihat sangat shock.
Seperti yang dialami Jaenuri.pria 45 tahun asal Desa Oleh Sari,Kecamatan Glagah Banyuwangi,terlihat sering termenung.sesekali,pria yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual kacang rebus keliling ini terlihat menangis.
Ia tidak kuasa menahan air matanya ketika teringat Mohamad Ramlan,anak laki satu-satunya yang masih berusia satu setengah tahun.
Bocah lucu itu sempat digendong istrinya dengan menggunakan pelampung,saat KMP Rafelia 2 dalam kondisi miring,jumat siang.
Dalam kondisi kapal miring,Jaenuri berusaha meraih tangan istrinya , namun upaya itu gagal .
Jaenuri juga sangat menyesalkan kalau pihak ABK kapal itu tidak memberikan peringatan dini kalau air laut sudah masuk kapal.
Jaenuri juga sangat menyesalkan kalau pihak ABK kapal itu tidak memberikan peringatan dini kalau air laut sudah masuk kapal.
Justru dirinya tahu kalau kapal sudah terisi air ketika anaknya , Novi , yang turun ke bawah , untuk melihat sepeda motornya yang terendam air.
Saat itulah kepanikan terjadi.namun yang terjadi , justru nahkoda kapal meminta kepada para penumpang untuk tenang .yang disesalkan , sang nahkoda sudah memakai pelampung terlebih dahulu , tanpa mengutamakan keselamatan para penumpang terlebih dahulu .
Novi,putri dari Jaenuri , bisa dibilang adalah sang pahlawan.seandainya bocah 8 tahun itu tidak turun ke bawah , mungkin penumpang yang lain tidak tahu kalau kapal sudah terisi air laut dengan cepat .
Jaenuri sangat berharap,Tim Sar yang saat ini masih melakukan pencarian di Selat Bali , bisa segera menemukan istri dan anaknya .( Tim Liputan )
No comments:
Post a Comment