
Probolinggo, Warta Jember - Aktifitas erupsi yang cenderung menurun, dimanfaatkan oleh sejumlah relawan Art’s Pala Volunteer Indonesia, untuk melakukan pemulihan ekosistem kawasan lereng Bromo, di Dusun Cemara Tiga Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Bersama warga suku tengger, mereka bahu membahu menanam beberapa jenis pohon khas tengger, seperti kalitus, cemara gunung, mentigi, dan akasia di jalan perkampungan hingga lereng perbukitan.
Aksi sosial ini melibatkan relawan lokal dan sejumlah relawan asing pun menunjukkan kepeduliannya untuk melestarikan keindahan alam lereng Bromo.
Aksi sosial ini melibatkan relawan lokal dan sejumlah relawan asing pun menunjukkan kepeduliannya untuk melestarikan keindahan alam lereng Bromo.
Reboisasi yang dilakukan serentak didua desa ini, melibatkan 120 relawan. Reboisasi sengaja dilakukan diluar kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), karena pemulihan ekositem penyangga diluar kawasan wisata, selama ini tidak pernah dilakukan oleh pihak pihak terkait.
Gabrielle, salah satunya, wisatawan dari Australia ini sudah menganggap Gunung Bromo bukan hanya milik Indonesia namun juga milik Dunia Internasional.jadi, jika ekosistem Bromo rusak, maka harus ikut merawat, salah satunya dengan penghijauan.
Gabrielle, salah satunya, wisatawan dari Australia ini sudah menganggap Gunung Bromo bukan hanya milik Indonesia namun juga milik Dunia Internasional.jadi, jika ekosistem Bromo rusak, maka harus ikut merawat, salah satunya dengan penghijauan.
Ditargetkan, 500 pohon tertanam di masing-masing titik penanaman. Dalam dua hingga tiga tahun kedepan, pohon reboisasi ini sudah dapat menggantikan flora gunung, yang telah rusak dan meranggas pasca tertimbun abu vulkanis.
Hingga Jumat Pagi , status Gunung Bromo di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, masih tetap pada level tiga atau siaga.
Hingga Jumat Pagi , status Gunung Bromo di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, masih tetap pada level tiga atau siaga.
Meski dalam status siaga, lontaran lava pijar maupun material berat sudah tidak teramati.
Sedangkan gempa tremor menerus yang terekam seismograph pos pantau Gunung Bromo dikisaran 0,5 hingga 2 milimeter dominan 1 milimeter.
Sedangkan gempa tremor menerus yang terekam seismograph pos pantau Gunung Bromo dikisaran 0,5 hingga 2 milimeter dominan 1 milimeter.
No comments:
Post a Comment