Jember, Warta jember -– Kalau biasanya isu pembangunan memicu demo, cerita di Makodim 0824/Jember Rabu ( 27/5/2026 ) justru sebaliknya. Puluhan warga Desa Silo datang bukan membawa spanduk protes, tapi membawa niat baik dan secangkir silaturahmi.
Ruang tamu Makodim yang biasanya formal, mendadak cair. Tawa dan obrolan mengalir saat Sekretaris Desa Silo, Lukman, bersama 20 warga lainnya duduk berhadapan langsung dengan Dandim 0824/Jember, Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada. Mereka ingin satu hal: meluruskan bahwa mayoritas warga Silo mendukung hadirnya Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP).
“Kami datang karena resah dengan isu liar di luar. Masyarakat Silo butuh kepastian, butuh rasa aman, dan butuh bukti bahwa kampung kami tidak tertinggal,” kata Lukman membuka forum.
Letkol Inf Rifqi menyambut terbuka. Baginya, yang paling penting bukan siapa setuju atau tidak, tapi bagaimana semua suara bisa didengar.
“Pintu Kodim tidak pernah tertutup. Kami dengar, kami catat, kami teruskan. Tapi kami juga minta warga jangan mudah termakan framing yang memecah belah. Yon TP hadir untuk memperkuat wilayah dan menggerakkan ekonomi warga, bukan untuk merugikan,” tegasnya.
Kasi Kesra Desa Silo, Aang Gunaefi, menambahkan bahwa isu yang mengaitkan Yon TP dengan tambang emas sama sekali tidak berdasar. “Itu fitnah. Warga yang mendukung jauh lebih banyak. Jangan sampai suara minoritas menutupi harapan mayoritas,” ujarnya.
Tokoh masyarakat, Hari Sugianto, menutup forum dengan pernyataan lugas: “Kami rindu Silo yang maju dan aman. Kami siap kawal prosesnya bersama TNI.”
Sebagai bentuk komitmen, pertemuan diakhiri dengan penandatanganan surat dukungan dan rekaman testimoni warga. Tidak ada teriakan, tidak ada kericuhan. Hanya jabat tangan, senyum, dan harapan bersama agar Silo tumbuh lebih baik.
Di tengah hiruk pikuk narasi penolakan, warga Silo memilih cara berbeda: datang, bicara, dan membangun jembatan. Sebuah pengingat bahwa dialog masih jalan paling sehat untuk menyelesaikan perbedaan.
Pewarta : Aries Bawono

No comments:
Post a Comment