Warta Jember- Informasi yang berhasil di himpun jember com dimana aksi pungli yang di lakukan warga penjaga palang perbatasan desa Teluk pulai luar dan Teluk pulai dalam kec kualuh leidong labura sudah sangat meresahkan bagi sejumlah pengguna jalan khusunya bagi para supir truk.
Aksi pengutipan ini sudah berjalan lama dengan modus untuk perbaikan jalan lintas 3 desa dimana Padahal jalan lintas tersebut merupakan jalan propinsi dan kabupaten labura.
Menurut keterangan salah seorang supir truk pengutipan palang biasa kami masuk 50000 ribu rupiah.
Ini bertambah satu lagi kwitansi warna hijau terterah angkah 50000 ribu sehingga pembayaran menjadi 100.000 ribu rupiah. Ungkap salah seorang supir truk berinitial SPM kepada jember com minggu 20/8
Lanjutnya, kalau seratus ribu jelas kami sangat keberatan. Kalau lima puluh ribu masih kita maklumi. Ini yg gawatnya lagi patok mati harus bayar seratus ribu rupiah baru di kasih lewat ucap nya kesal sambil mengakhiri pembicaraannya.
Sementara salah seorang warga setempat yang berinitial WS mengatakan, palang yang ada di Teluk pulai tengah perbatasan Desa Tekuk pulai dalam dan luar harus di pertanyakan. Karena belakanngan ini sudah sangat meresahkan bagi pengguna jalan
Seperti tadi malam kudengat ada mobil coldisel bawak Batu untuk pembangunan sekolah di paksahkan harus membayar 100 ribu rupiah bila ingin melewati palang tengah untuk masuk ke Teluk pulai Dalam.
Pungli sarat pemaksaan yang harus segera di tindak oleh pihak APH polsek kualuh hilir. Karena ini menyangkut pungli yang harus di sikat sesuai dengan intruksi bapak Presiden Joko Widodo.
Sementara kapolsek kualuh hilir AKP ilham harahap saat di konfir masi beliau mengatakan terimakasih infonya akan segera kita lidik . ( SPN)

No comments:
Post a Comment