Jember, Wartajember -Pemerintah Kabupaten Jember secara resmi meluncurkan Satuan Tugas Infrastruktur dan Tata Ruang, bersamaan dengan Satgas Kemiskinan, Stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta Satgas MBG. Acara yang digelar di halaman Pendopo Wahyawibawagraha tersebut dipimpin langsung oleh Muhammad Fawaid, Sabtu (31/01/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Fawaid menjelaskan bahwa pembentukan Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang dilatarbelakangi oleh meningkatnya kejadian banjir di berbagai wilayah Jember. Banjir tidak hanya terjadi di titik-titik langganan tahunan, tetapi juga di kawasan yang sebelumnya relatif aman, seiring tingginya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir.
Lebih lanjut Gus Fawait menegaskan bahwa masalah kemiskinan yang sistemik tidak bisa diselesaikan jika hanya mengandalkan satu instansi, seperti Dinas Sosial saja.
"Persoalan ini tidak akan tuntas jika kita pasrahkan hanya pada satu OPD. Kita butuh langkah out of the box dan kerja kolaboratif yang solid, bukan kebijakan yang bersifat ego sektoral," ujar Gus Fawait.
Ia menjelaskan bahwa kemiskinan menjadi akar dari berbagai masalah sosial lainnya di Jember. Di antaranya, tingginya angka stunting dan AKI-AKB.
Selain itu, salah satu poin penting dalam pembentukan satgas ini adalah integrasinya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan visi Presiden RI. Jember diproyeksikan menjadi wilayah dengan jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbanyak.
Potensi perputaran ekonomi dari program MBG di Jember diperkirakan mencapai Rp4 triliun per tahun. Gus Fawait optimis jika seluruh aktivitas dapur MBG menyerap produk lokal Jember, hal ini akan menjadi stimulus besar bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus menurunkan angka kemiskinan dan stunting secara efektif.
Satgas ini dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial yang juga menjabat sebagai PJ. Sekda, yakni Akhmad Helmi Luqman. Keanggotaannya akan diperkuat oleh 1.200 tenaga kesehatan (nakes) yang diterjunkan langsung ke lapangan.
Beberapa rencana aksi nyata satgas ini meliputi pemeriksaan kesehatan langsung ke rumah warga yang sakit kronis dan penyandang disabilitas, yang rencananya diluncurkan pada 14 Februari mendatang. Melalui sinergi ini, Gus Fawait berharap target penurunan kemiskinan, stunting, serta AKI-AKB dapat tercapai secara terukur dan berkelanjutan di masa kepemimpinannya. ( 🆎 )

No comments:
Post a Comment