
Jember, Wartajember.co.id - Selama ini, Jember kerap menghadapi kesulitan dalam penyediaan hotel yang layak untuk tamu-tamu yang berkunjung ke Jember.
Kehadiran Dafam Lotus Hotel dengan beberapa fasilitas yang disediakan, diharapkan bisa membantu ketersediaan penginapan yang memadai. Karena salah satu masalah ketika Jember menyelenggarakan event nasional, tempat penginapan yang ada sering tidak mencukupi. Seperti event mendatang, dimana Jember akan kedatangan 3 menteri dan perwakilan dari universitas seluruh Indonesia.
Karena itu, Bupati merasa terbantu atas hadirnya Hotel Dafam Lotus, yang turut meramaikan perhotelan di Jember. “Tidak banyak yang berani dalam mengambil keputusan terhadap perubahan, tetapi dari hati yang terdalam, saya sungguh hormat. Mami Beti mengambil keputusan besar bagi kehidupan pribadi dan masyarakat Jember. Karena yang dulunya rumah tinggal yang penuh sejarah, diijinkan untuk dibangun menjadi hotel,” ujar Bupati Faida, seraya memberi hormat kepada keluarga Mami Beti, yang berani mengambil keputusan merubah rumah tinggal menjadi hotel.
Atas sikap yang diambil Mami Beti, Bupati Faida menceritakan pengalamannya selama di Korea Selatan. Menurut Bupati, kaum lansia di Korea hidup dengan kualitas yang sangat baik. Mereka berkomunitas, tetap bergaul yang penampilannya tidak kalah dari anak muda.
“Kita tidak perlu mencontoh persis, tetapi yang ingin saya sampaikan, bagaimana kita memberi pelayanan khusus, kesempatan dan perhatian khusus, dan ini masih belum dimanage oleh banyak pihak. Alangkah istimewanya kalau di hotel ini menjadi perkumpulan komunitas komunitas lansia, mengimbangi spiritnya Mami Beti, karena bahagianya lansia bertemu sesama lansia,” ungkap Bupati.
Mengenai semakin menjamurnya hotel-hotel di Jember, itu merupakan sebuah kebutuhan., seiring dengan kian berkembangnya pariwisata di Jember. Di Jember juga semakin sering digelar event berskala nasional maupun internasional.
“Untuk mengurusnya harus ada sinergisitas bersama. Ekonomi kerakyatan akan menunjang stabilitas di bidang yang lainnya, baik keamanan maupun sosial politik,” tuturnya.
Dikatakan, untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan harus dimulai dengan paradigma, bahwa menggunakan produk lokal itu adalah bagian dari pada cinta tanah air dan bagian dari komitmen Cinta Jember. “Untuk kosumsi internal, kita sepakat menggunakan produk lokal selama produk lokal itu ada,” Bupati Faida.
Satu pesan yang dititipkan Bupati kepada pengelola maupun pemilik hotel adalah soal tenaga yang dipekerjakan. Bupati berharap pihak manajemen sebaiknya lebih mengedepankan anak-anak lokal yang dianggap layak untuk bekerja di Hotel Dafam Lotus.
Ada tiga syarat yang menurut Bupati sebuah kota bisa dikatakan maju. Itu antara lain, pihak swastanya mau berinvestasi, pemerintahnya mau bekerja, dan masyarakatnya mau mendukung. Ketiga syarat itu, lanjut Bupati, ada di Kabupaten Jember.
“Selamat kepada Hotel Dafam Lotus Jember. Saya masih menginginkan hotel ini dengan penyempurnaan, agar bisa ramah difabel. Sebagai suatu komitmen, bahwa kota kita adalah kota inklusi, hotel ini menjadi contoh hotel yang inklusi,” pinta Bupati Faida, dalam acara Soft Opening Hotel Dafam Jember, Senin (6/11/2017).
Acara Soft Opening Hotel Dafam Jember, yang juga dihadiri Dandim 0824 Jember, Letkol.Inf. Rudianto, itu mengambil tema “Dafam Lotus Kanggo Jember”. Didiek Edhi, selaku Presiden Direktur PT. Griya Artha Langgeng Semesta, mengaku, pihaknya sengaja memberi nama Lotus pada hotel itu, karena jalan yang berada di depan hotel, semula bernama Teratai (sekarang Jl. Gatoto subroto).
Sementara CEO Dafam Hotel Manajemen. Andy Irawan, menyampaikan, bahwa berdirinya hotel itu bermula dari pertemuannya dengan Didiek. Dia ingin mengajak pengusaha-pengusaha Jember yang sukses dan berada dimana-mana untuk membangun hotel di Jember.
Pihak manajemen sendiri, berkaitan dengan berdirikannya hotel itu, berkomitmen untuk mengangkat beberapa UKM asli kota Jember, sebagaimana arahan Bupati Faida. Dimulai dari Hotel Dafam Lotus Jember yang mengembangkan kopi dan menyiapkan etalase di 26 Hotel Dafam yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. ( Reporter : Lumlawalata/HMS/AB )
No comments:
Post a Comment